JAKARTA - MEDIAPOSITIF, Menjadi high performer bukan berarti harus bekerja lebih lama, lembur setiap hari, atau selalu terlihat sibuk. Justru, karyawan dengan performa tinggi biasanya memiliki kebiasaan tertentu yang membuat mereka mampu bekerja lebih efektif, beradaptasi dengan perubahan, dan terus berkembang.
Kebiasaan yang Menjadikan Seorang High Performer
Di tengah dunia kerja yang semakin kompetitif, kemampuan teknis saja tidak lagi cukup. Perusahaan kini juga mencari orang yang mampu memimpin, belajar hal baru, memanfaatkan teknologi, hingga bekerja sama dengan tim dengan baik.
Lalu, apa saja kebiasaan yang membedakan high performer dari karyawan lainnya? Simak penjelasannya berikut ini.
1. Tahu Kapan Harus Fokus Bekerja dan Kapan Harus Beristirahat
Banyak orang mengira bahwa bekerja tanpa henti adalah kunci kesuksesan. Padahal, kenyataannya justru sebaliknya. Orang dengan performa tinggi memahami bahwa otak juga membutuhkan waktu untuk beristirahat agar tetap produktif.
Mereka mampu mengatur waktu dengan baik. Saat bekerja, mereka benar-benar fokus menyelesaikan tugas tanpa terlalu banyak terdistraksi. Namun setelah pekerjaan selesai, mereka juga memberi ruang untuk menikmati waktu bersama keluarga, berolahraga, menjalani hobi, atau sekadar beristirahat.
Keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi membantu menjaga energi, kreativitas, serta kesehatan mental. Hasilnya, mereka dapat kembali bekerja dengan pikiran yang lebih segar dan siap menghadapi tantangan berikutnya.
2. Mampu Menyesuaikan Gaya Kepemimpinan dengan Situasi
Seorang high performer tidak selalu menjadi pemimpin formal. Namun, mereka tahu bagaimana harus bersikap dalam berbagai situasi.
Misalnya, ketika bekerja dengan rekan yang masih baru, mereka lebih banyak memberikan arahan dan dukungan. Sebaliknya, saat bekerja dengan anggota tim yang sudah berpengalaman, mereka cenderung memberi kepercayaan dan ruang untuk mengambil keputusan sendiri.
Kemampuan menyesuaikan pendekatan ini dikenal sebagai situational leadership. Artinya, cara memimpin tidak selalu sama, tetapi disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan orang yang diajak bekerja sama.
Kebiasaan ini membuat komunikasi menjadi lebih efektif sekaligus membantu membangun hubungan kerja yang sehat.
3. Membantu Orang Lain Bertumbuh, Bukan Menunggu Sukses Dulu
Sebagian orang berpikir bahwa mereka baru bisa membantu orang lain setelah mencapai posisi tinggi. Padahal, high performer justru memiliki kebiasaan berbagi ilmu sejak awal karier.
Mereka tidak ragu memberikan masukan, membimbing rekan kerja, atau berbagi pengalaman yang dimiliki. Mereka percaya bahwa keberhasilan tim akan memberikan dampak positif bagi semua orang, termasuk dirinya sendiri.
Selain memperkuat kerja sama, kebiasaan ini juga membantu membangun reputasi sebagai pribadi yang dapat dipercaya dan mampu bekerja secara kolaboratif.
Di banyak perusahaan, kemampuan mendukung perkembangan orang lain bahkan menjadi salah satu kualitas penting bagi calon pemimpin.
4. Memanfaatkan AI sebagai Rekan Kerja, Bukan Saingan
Perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) sering kali menimbulkan kekhawatiran karena dianggap dapat menggantikan pekerjaan manusia.
Namun, high performer memiliki sudut pandang yang berbeda. Mereka melihat AI sebagai alat yang dapat membantu pekerjaan menjadi lebih cepat dan efisien.
Misalnya, AI dapat digunakan untuk mencari referensi, merangkum dokumen, membuat ide awal, menganalisis data, atau mengotomatiskan tugas-tugas yang berulang. Dengan begitu, waktu dan tenaga bisa dialihkan untuk pekerjaan yang membutuhkan kreativitas, pemecahan masalah, serta pengambilan keputusan.
Bukan berarti semua pekerjaan diserahkan kepada AI. Justru, hasil dari AI tetap perlu diperiksa kembali agar akurat dan sesuai dengan kebutuhan.
Kemampuan bekerja berdampingan dengan teknologi akan menjadi nilai tambah yang semakin penting di dunia kerja masa depan.
5. Terus Belajar Sepanjang Karier
Dunia kerja terus berubah. Teknologi berkembang, kebutuhan industri bergeser, dan keterampilan yang dibutuhkan hari ini bisa saja berbeda beberapa tahun mendatang.
Karena itu, high performer memiliki pola pikir bahwa proses belajar tidak berhenti setelah lulus sekolah atau kuliah.
Mereka aktif mengikuti pelatihan, membaca buku, mendengarkan podcast, mengikuti webinar, atau mempelajari keterampilan baru yang relevan dengan pekerjaannya.
Belajar secara konsisten membuat mereka lebih mudah beradaptasi terhadap perubahan dan siap menghadapi peluang baru.
Tidak harus mempelajari hal yang besar setiap hari. Bahkan, meluangkan waktu 15–30 menit untuk belajar secara rutin sudah dapat memberikan dampak yang signifikan dalam jangka panjang.
6. Memiliki Rasa Ingin Tahu yang Tinggi
Rasa ingin tahu merupakan salah satu kebiasaan yang sering dimiliki oleh orang-orang berprestasi.
Mereka tidak mudah puas dengan jawaban yang sudah ada. Sebaliknya, mereka terus bertanya, mencari tahu penyebab suatu masalah, dan mencoba memahami berbagai sudut pandang.
Misalnya, mereka bertanya mengapa suatu strategi berhasil, bagaimana cara meningkatkan proses kerja, atau apa yang bisa dipelajari dari sebuah kegagalan.
Kebiasaan ini membuat mereka lebih kreatif dalam menemukan solusi sekaligus lebih cepat beradaptasi terhadap perubahan.
Selain itu, rasa ingin tahu juga mendorong seseorang untuk terus berkembang karena selalu terbuka terhadap ide, pengalaman, dan pengetahuan baru.
>> Baca juga: Kebiasaan Mental Sederhana yang Dimiliki Para High Performer
Menjadi High Performer Dimulai dari Kebiasaan Sehari-hari
Menjadi high performer bukanlah hasil dari satu pencapaian besar, melainkan kumpulan kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten.
Mulai dari mampu mengatur waktu antara bekerja dan beristirahat, menyesuaikan cara memimpin, membantu orang lain berkembang, memanfaatkan AI sebagai alat kerja, terus belajar, hingga memelihara rasa ingin tahu, semuanya dapat membantu meningkatkan kualitas diri di dunia kerja.
Kabar baiknya, keenam kebiasaan tersebut bisa dipelajari oleh siapa saja. Dengan menerapkannya sedikit demi sedikit dalam rutinitas sehari-hari, kamu tidak hanya berpeluang meningkatkan performa kerja, tetapi juga membangun karier yang lebih berkembang dan berkelanjutan.
6 Career Habits That Separate High Performers From Other Workers
Komentar