JAKARTA - MEDIAPOSITIF, Konsistensi sering dianggap sebagai kunci untuk mencapai kesuksesan dan membangun kebiasaan. Namun, kalau kamu sudah berkali-kali mencoba membangun kebiasaan tetapi selalu gagal mempertahankannya, hal itu bisa membuat kamu merasa kecewa pada diri sendiri.
Cara Melatih Diri Agar Konsisten
Sulit konsisten bukan berarti kamu malas atau tidak punya disiplin. Bisa jadi, cara yang kamu gunakan memang belum sesuai dengan kondisi dan kemampuanmu. Berikut beberapa cara yang bisa membantu kamu membangun konsistensi tanpa terus menyalahkan diri sendiri.
1. Anggap Konsistensi sebagai Alat, Bukan Ujian
Konsistensi memang bisa membantu kamu mencapai tujuan. Namun, jangan sampai kamu menganggap konsistensi sebagai ukuran apakah kamu orang yang sukses atau gagal.
Daripada berpikir, “Orang sukses pasti konsisten, sedangkan aku tidak,” coba lihat konsistensi sebagai alat untuk membantumu mencapai sesuatu.
Dengan cara pandang ini, kamu bisa lebih fokus mencari tahu bagaimana konsistensi dapat membantu mencapai tujuan, bukan sibuk menilai apakah dirimu cukup disiplin atau tidak.
2. Bangun Kebiasaan Pendukung
Terkadang, kebiasaan yang ingin kamu bangun membutuhkan kebiasaan lain sebagai pendukung.
Misalnya, kamu ingin rutin berolahraga. Agar bisa melakukannya secara konsisten, kamu mungkin perlu memperbaiki pola tidur, mengatur jadwal makan, atau menyiapkan pakaian olahraga sejak malam sebelumnya.
Coba tanyakan kepada dirimu, “Apa yang perlu aku rapikan dalam hidup agar lebih mudah menjalankan kebiasaan ini?”
Semakin teratur rutinitas lain dalam hidupmu, semakin mudah kamu mempertahankan kebiasaan yang sedang dibangun.
3. Utamakan Frekuensi sebelum Menambah Beban
Saat berhasil menjalankan kebiasaan baru selama beberapa waktu, kamu mungkin merasa bersemangat untuk menambah target.
Misalnya, kamu sudah rutin berolahraga dua kali seminggu dan kemudian ingin langsung meningkatkannya menjadi lima kali seminggu. Padahal, kebiasaan awalmu belum benar-benar kuat.
Sebaiknya, pastikan kamu sudah konsisten dengan frekuensi yang sekarang sebelum menambah jumlah atau tingkat kesulitannya.
Melakukan lebih sedikit tetapi mampu mempertahankannya dalam jangka panjang sering kali lebih baik daripada melakukan terlalu banyak lalu berhenti.
4. Pahami Cara Kerja Kebiasaan
Kebiasaan pada dasarnya terbentuk dari rangkaian pemicu, perilaku, dan penghargaan yang dilakukan secara berulang hingga menjadi lebih otomatis.
Misalnya, kamu terbiasa langsung membaca buku setelah menyeduh kopi di pagi hari. Dalam contoh ini, kopi menjadi pemicu yang mengingatkanmu untuk membaca.
Memahami pola tersebut bisa membuat kamu lebih fleksibel dalam membangun kebiasaan. Kamu tidak harus selalu melakukan sesuatu dengan cara yang sama. Yang penting, kamu memiliki pola yang membantu perilaku tersebut menjadi lebih otomatis.
5. Buat Kebiasaan Terasa Menyenangkan
Tidak semua kebiasaan memberikan kepuasan sejak awal. Karena itu, kamu bisa mencari cara agar aktivitas yang sedang dibangun terasa lebih menyenangkan.
Misalnya, setelah berolahraga kamu bisa melakukan rutinitas pemulihan yang kamu sukai. Atau, setelah menyelesaikan pekerjaan, kamu memberikan waktu untuk melakukan sesuatu yang menyenangkan.
Cara kamu berbicara kepada diri sendiri juga berpengaruh. Terus mengkritik diri sendiri karena belum konsisten justru bisa membuat kebiasaan terasa seperti hukuman.
Sebaliknya, coba hargai kemajuan kecil yang sudah kamu buat. Misalnya, daripada mengatakan, “Aku cuma olahraga dua kali minggu ini,” kamu bisa mengingatkan diri bahwa kamu tetap berhasil berolahraga dua kali meskipun sedang sibuk.
>> Baca juga: 6 Kebiasaan yang Membuatmu Jadi High Performer di Tempat Kerja
6. Jangan Terjebak Standar yang Tidak Realistis
Media sosial sering membuat kita melihat orang lain yang terlihat sangat konsisten menjalankan kebiasaan tertentu. Masalahnya, rutinitas mereka belum tentu cocok dengan kehidupanmu.
Misalnya, kamu melihat seseorang berolahraga dengan intensitas tinggi setiap hari. Bukan berarti kamu juga harus melakukan hal yang sama.
Begitu juga jika kamu membuat konten sebagai pekerjaan sampingan. Jangan membandingkan kemampuanmu dengan orang yang memang bekerja penuh waktu sebagai pembuat konten.
Konsistensi seharusnya tetap bisa dipertahankan dalam kehidupan nyata. Kalau target yang kamu buat ternyata terlalu berat, tidak ada salahnya menyesuaikannya.
Konsisten bukan berarti tidak pernah gagal atau melewatkan satu hari pun. Yang lebih penting adalah menemukan pola yang bisa kamu pertahankan dalam jangka panjang tanpa membuat diri sendiri kewalahan.
6 Tips for People Who Struggle with Consistency
Komentar