JAKARTA - MEDIAPOSITIF, Menangis merupakan respons alami ketika kamu merasa sedih, tertekan, terharu, atau mengalami emosi yang kuat. Namun, bagaimana jika kamu tiba-tiba menangis dan sulit menghentikannya, bahkan ketika tidak merasa sedih?
Menangis tak terkendali bisa terasa membingungkan dan membuat kamu tidak nyaman, terutama jika terjadi di depan orang lain. Kondisi ini tidak selalu berarti kamu terlalu sensitif atau lemah. Dalam beberapa kasus, menangis berlebihan dapat berkaitan dengan kondisi kesehatan mental, perubahan hormon, atau masalah pada sistem saraf.
Apa Itu Menangis Tak Terkendali?
Menangis tak terkendali adalah kondisi ketika seseorang mengalami episode menangis yang sulit dihentikan atau terasa tidak sesuai dengan situasi. Tangisan juga bisa muncul tanpa penyebab yang jelas.
Beberapa tanda yang perlu diperhatikan antara lain:
-
Menangis secara tiba-tiba dan sulit berhenti.
-
Menangis tanpa pemicu yang jelas.
-
Menangis meski sebenarnya tidak sedang merasa sedih.
-
Tertawa yang tiba-tiba berubah menjadi tangisan.
-
Menghindari orang lain karena takut menangis.
-
Episode menangis yang sulit diprediksi.
Penyebabnya bisa berbeda pada setiap orang. Karena itu, penting untuk melihat gejala lain yang menyertainya.
Penyebab Menangis Tak Terkendali
Ada beberapa kondisi yang dapat membuat seseorang lebih mudah menangis atau mengalami tangisan yang sulit dikendalikan.
1. Gangguan Pada Sistem Saraf
Salah satu penyebab yang mungkin adalah pseudobulbar affect (PBA), yaitu kondisi pada sistem saraf yang dapat menyebabkan seseorang tiba-tiba menangis atau tertawa tanpa bisa mengendalikannya.
Tangisan pada PBA bahkan bisa tidak sesuai dengan suasana hati atau situasi. Misalnya, seseorang dapat menangis ketika sebenarnya sedang merasa bahagia.
PBA dapat berkaitan dengan kerusakan atau gangguan pada otak dan sistem saraf, termasuk akibat cedera otak traumatis, stroke, multiple sclerosis, penyakit Parkinson, ALS, penyakit Alzheimer, atau tumor otak.
Kondisi ini terkadang disalahartikan sebagai depresi karena sama-sama dapat menyebabkan seseorang sering menangis. Namun, pada PBA, tangisan biasanya muncul secara tiba-tiba dan tidak selalu sesuai dengan perasaan yang sedang dialami.
2. Depresi Dan Masalah Kesehatan Mental
Sering menangis juga dapat menjadi salah satu tanda depresi. Namun, biasanya ada gejala lain yang menyertainya, seperti sulit tidur, kehilangan minat terhadap aktivitas yang biasanya disukai, perubahan nafsu makan, kelelahan, atau perasaan tidak berharga.
Selain depresi, kesedihan mendalam akibat kehilangan seseorang atau situasi tertentu juga dapat membuat kamu lebih sering menangis.
Jika tangisan berlangsung terus-menerus dan mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, kondisi emosional tersebut sebaiknya tidak diabaikan.
3. Perubahan Hormon
Perubahan hormon juga dapat memengaruhi suasana hati dan membuat seseorang lebih mudah menangis.
Hal ini dapat terjadi selama menstruasi atau kehamilan. Pada sebagian perempuan, perubahan suasana hati yang sangat berat menjelang menstruasi dapat berkaitan dengan premenstrual dysphoric disorder (PMDD).
Selain menangis, PMDD dapat menyebabkan perubahan suasana hati, mudah marah, sakit kepala, energi rendah, dan nyeri tubuh.
4. Stres Dan Tekanan Emosional
Kamu mungkin lebih mudah menangis ketika sedang menghadapi banyak tekanan dalam hidup. Masalah pekerjaan, hubungan, keluarga, keuangan, atau perubahan besar dalam kehidupan dapat membuat emosi terasa lebih sulit dikendalikan.
Terkadang, tangisan juga menjadi cara tubuh melepaskan emosi yang sudah lama dipendam.
Dampak Menangis Tak Terkendali
Jika sering terjadi, menangis tak terkendali dapat memengaruhi kehidupan sehari-hari. Kamu mungkin merasa malu ketika menangis di tempat umum, tidak nyaman saat bekerja, atau khawatir mengalami episode tangisan ketika sedang bersama orang lain.
Sebagian orang bahkan mulai menghindari kegiatan atau bersosialisasi karena takut tiba-tiba menangis. Jika berlangsung lama tanpa ditangani, kondisi ini juga dapat membuat kamu merasa semakin lelah secara emosional dan menarik diri dari lingkungan sekitar.
Cara Mengatasi Menangis Tak Terkendali
Cara mengatasinya bergantung pada penyebabnya. Jika berkaitan dengan depresi atau kesedihan yang berat, psikoterapi dan obat-obatan tertentu dapat menjadi bagian dari penanganan. Sementara itu, PBA juga memiliki pilihan pengobatan khusus yang perlu ditentukan oleh dokter.
Selain mendapatkan bantuan profesional, beberapa cara berikut dapat membantu kamu menghadapi episode menangis:
1. Tarik Napas Dalam-Dalam
Cobalah menarik napas secara perlahan dan dalam ketika mulai merasa kehilangan kendali. Teknik relaksasi dapat membantu tubuh menjadi lebih tenang.
2. Berjalan Atau Mengubah Posisi
Jika memungkinkan, bangun dan berjalan sebentar atau pindah ke tempat yang lebih tenang. Perubahan posisi dan lingkungan dapat membantu mengalihkan perhatian.
3. Alihkan Perhatian
Kamu bisa mencoba melakukan aktivitas sederhana yang mengalihkan perhatian dari tangisan, misalnya berbicara dengan seseorang atau memikirkan sesuatu yang menyenangkan.
4. Catat Episode Menangis
Membuat catatan sederhana dapat membantu kamu menemukan pola. Tuliskan kapan tangisan terjadi, berapa lama berlangsung, apa yang terjadi sebelumnya, dan bagaimana perasaanmu saat itu.
5. Ceritakan Kepada Orang Terpercaya
Kamu tidak harus menghadapi semuanya sendirian. Ceritakan kondisi yang kamu alami kepada orang yang kamu percaya agar mereka memahami apa yang sedang terjadi dan dapat memberikan dukungan.
>> Baca juga: Menangis Bukan Tanda Lemah, Ini 6 Manfaatnya bagi Kesehatan Mental
Kapan Perlu Mencari Bantuan?
Menangis sesekali merupakan hal yang normal. Namun, sebaiknya pertimbangkan untuk berkonsultasi dengan dokter, psikolog, atau psikiater jika tangisan sering terjadi, sulit dikendalikan, muncul tanpa alasan yang jelas, atau mulai mengganggu pekerjaan, hubungan, dan aktivitas sehari-hari.
Terlebih jika tangisan disertai perubahan suasana hati yang berat, kehilangan minat terhadap kehidupan, atau gejala lain yang mengkhawatirkan.
Menangis bukan tanda bahwa kamu lemah. Jika tubuh dan pikiranmu terus memberikan sinyal bahwa ada sesuatu yang tidak baik-baik saja, mencari bantuan justru merupakan langkah untuk merawat diri.
What to Do When You’re Crying Uncontrollably
Komentar