JAKARTA - MEDIAPOSITIF, Pernahkah kamu merasa sudah banyak membantu orang lain, tetapi usaha yang kamu lakukan seolah tidak dianggap? Kamu mungkin sudah meluangkan waktu, tenaga, bahkan mengorbankan kepentingan sendiri, tetapi tidak mendapatkan apresiasi yang kamu harapkan.
Perasaan tidak dihargai bisa membuat kamu kecewa, kesal, atau bahkan mulai menyimpan dendam. Jika dibiarkan, perasaan ini juga dapat memengaruhi hubungan dengan orang-orang di sekitarmu.
Namun, sebelum menganggap orang lain benar-benar tidak menghargaimu, ada beberapa hal yang bisa kamu lakukan untuk memahami situasinya dan menjaga hubungan tetap sehat.
Sikap Ketika Merasa Tidak Dihargai
Ketika usaha kamu tidak mendapatkan respons seperti yang diharapkan, kamu mungkin merasa dianggap remeh atau dimanfaatkan. Misalnya, kamu selalu membantu teman, mengurus banyak hal untuk keluarga, atau mengerjakan tugas tambahan di tempat kerja, tetapi jarang mendapat ucapan terima kasih.
Perasaan tersebut wajar. Namun, bukan berarti orang lain benar-benar tidak menghargaimu. Bisa jadi mereka menunjukkan apresiasi dengan cara yang berbeda atau tidak menyadari bahwa penghargaan tersebut penting bagimu.
Berikut beberapa hal yang bisa kamu coba.
1. Perhatikan Apresiasi Melalui Tindakan
Tidak semua orang menunjukkan rasa terima kasih melalui kata-kata. Seseorang mungkin tidak sering mengatakan “terima kasih”, tetapi menunjukkan apresiasinya melalui tindakan.
Misalnya, pasangan memelukmu setelah kamu membantunya, teman mengajakmu makan, atau rekan kerja menawarkan bantuan ketika kamu sedang sibuk.
Cobalah perhatikan tindakan-tindakan kecil tersebut. Bisa jadi orang-orang di sekitarmu sebenarnya menghargai kamu, hanya saja cara mereka menunjukkannya berbeda dari yang kamu harapkan.
2. Belajar Lebih Sering Mengatakan “Tidak”
Jika kamu selalu bersedia membantu orang lain, mereka mungkin lama-kelamaan menganggap bantuanmu sebagai sesuatu yang biasa.
Karena itu, tidak ada salahnya sesekali mengatakan “tidak”. Menolak permintaan bantuan atau ajakan bukan berarti kamu egois.
Terlebih jika kamu terbiasa menjadi people pleaser, mengatakan “tidak” dapat membantu kamu membangun batasan yang lebih sehat. Kamu tidak harus selalu tersedia untuk memenuhi kebutuhan orang lain.
3. Tetap Berbuat Baik Untuk Alasan yang Tepat
Membantu orang lain bisa memberikan kepuasan tersendiri, bahkan ketika kamu tidak mendapatkan apresiasi yang diharapkan.
Misalnya, membantu teman dapat membuat kamu merasa senang karena bisa meringankan bebannya. Kamu juga mungkin mendapatkan pengalaman baru, belajar lebih sabar, atau mengembangkan keterampilan tertentu.
Namun, pastikan kamu membantu karena memang ingin melakukannya, bukan semata-mata karena berharap mendapatkan pujian atau balasan.
4. Belajar Menghargai Orang Lain
Ketika terlalu fokus pada kurangnya apresiasi yang kamu terima, kamu mungkin lupa memberikan penghargaan kepada orang lain.
Cobalah mulai menunjukkan rasa terima kasih kepada orang-orang di sekitarmu. Kamu bisa mengucapkannya secara langsung, mengirim pesan, atau menunjukkan perhatian melalui tindakan sederhana.
Apresiasi yang tulus juga dapat membantu menciptakan kebiasaan saling menghargai dalam hubungan.
5. Ubah Cara Pandang Terhadap Situasi
Ketika merasa tidak dihargai, pikiran negatif bisa muncul dengan mudah. Misalnya, “Tidak ada yang pernah menghargai aku” atau “Semua orang selalu mengandalkanku.”
Masalahnya, pikiran seperti ini bisa membuat situasi terasa lebih buruk.
Cobalah melihatnya dengan lebih realistis. Ingat kembali saat seseorang pernah berterima kasih atau menunjukkan apresiasi kepadamu. Kamu juga bisa mengingat situasi ketika kamu berhasil menetapkan batasan.
Mengubah cara memandang situasi bukan berarti mengabaikan perasaanmu. Tujuannya adalah agar kamu tidak terjebak dalam kesimpulan yang terlalu negatif.
6. Sampaikan Perasaanmu
Jika kamu merasa terus-menerus tidak dihargai, jangan hanya memendamnya. Cobalah membicarakan perasaan tersebut dengan orang yang bersangkutan.
Kamu bisa mengatakan, “Aku kadang merasa usaha yang aku lakukan tidak terlihat. Aku akan senang kalau kamu bisa lebih menghargainya.”
Sampaikan perasaan tanpa langsung menyalahkan. Bisa jadi orang tersebut tidak menyadari bahwa perilakunya membuat kamu merasa tidak dihargai.
Namun, perhatikan juga responsnya. Jika seseorang justru terus meremehkan perasaanmu atau menggunakan kelemahanmu untuk menyakitimu, mungkin sudah waktunya mengevaluasi kembali hubungan tersebut.
>> Baca juga: Savior Complex: Pengertian, Tanda, Penyebab, dan Cara Mengatasinya
7. Pertimbangkan Berkonsultasi Dengan Profesional
Jika perasaan tidak dihargai terus muncul dan mulai mengganggu hubungan, pekerjaan, atau keseharianmu, berbicara dengan psikolog dapat membantu.
Psikolog dapat membantu kamu memahami mengapa perasaan tersebut muncul, mengenali pola hubungan yang kurang sehat, serta belajar menetapkan batasan. Terapi seperti terapi perilaku kognitif juga dapat menjadi salah satu pilihan yang dipertimbangkan sesuai kondisi kamu.
Merasa tidak dihargai memang menyakitkan, tetapi nilai dirimu tidak ditentukan oleh seberapa sering orang lain mengucapkan terima kasih kepadamu.
Kamu tetap boleh membantu orang lain, tetapi bukan berarti harus selalu mengorbankan diri sendiri. Belajarlah menetapkan batasan, menyampaikan kebutuhan, dan mengenali kapan kamu perlu berhenti memberikan terlalu banyak.
Menghargai diri sendiri juga berarti menyadari bahwa kamu tidak harus terus-menerus membuktikan nilai dirimu kepada orang lain.
7 Things to Do When You Are Feeling Unappreciated
Komentar