JAKARTA - MEDIAPOSITIF, Kurang tidur tidak hanya membuat kamu mengantuk dan sulit berkonsentrasi keesokan harinya. Kebiasaan tidur terlalu sedikit juga dapat memengaruhi nafsu makan dan membuat kamu lebih mudah mengonsumsi lebih banyak kalori.
Bagaimana Tidur Memengaruhi Nafsu Makan?
Tubuh memiliki beberapa hormon yang berperan dalam mengatur nafsu makan, termasuk leptin dan ghrelin.
Leptin membantu memberi sinyal bahwa tubuh sudah cukup mendapatkan energi sehingga rasa lapar berkurang. Sementara itu, ghrelin merupakan hormon yang dapat meningkatkan rasa lapar.
Tidur yang cukup membantu menjaga keseimbangan kedua hormon tersebut. Sebaliknya, kurang tidur dapat meningkatkan ghrelin dan menurunkan leptin. Akibatnya, kamu mungkin merasa lebih lapar pada siang hari dan lebih sulit merasa kenyang.
Inilah salah satu alasan mengapa setelah tidur larut malam atau kurang tidur, kamu bisa merasa ingin makan lebih banyak dari biasanya.
Apakah Kurang Tidur Bisa Membuat Kamu Makan Lebih Banyak?
Kurang tidur memang dapat berkaitan dengan peningkatan asupan kalori, meskipun pengaruhnya tidak selalu sama pada setiap orang.
Saat tubuh lelah, kamu mungkin lebih sering mencari makanan sebagai sumber energi cepat. Selain itu, rasa lelah dapat membuat kamu lebih sulit mempertahankan kebiasaan makan yang sehat.
Beberapa penelitian juga menunjukkan adanya hubungan antara durasi tidur yang pendek dengan berat badan dan indeks massa tubuh yang lebih tinggi. Namun, hubungan ini cukup kompleks dan tidak berarti kurang tidur secara langsung menyebabkan seseorang mengalami kelebihan berat badan.
Jenis makanan yang dipilih juga dapat berubah. Ketika kurang tidur, seseorang dapat lebih mudah memilih makanan yang tinggi kalori atau kurang sehat dibandingkan ketika tubuh mendapatkan istirahat yang cukup.
Kurang Tidur Juga Memengaruhi Aktivitas Fisik
Bukan hanya nafsu makan yang dapat berubah. Kurang tidur juga sering membuat tubuh terasa lelah pada keesokan harinya.
Ketika mengantuk dan kehabisan energi, kamu mungkin tidak memiliki cukup tenaga atau motivasi untuk berolahraga. Aktivitas sehari-hari pun bisa berkurang karena tubuh terasa lebih berat dan tidak bersemangat.
Jika kondisi ini berlangsung terus-menerus, kombinasi antara asupan kalori yang meningkat dan aktivitas fisik yang menurun dapat memengaruhi berat badan.
Bukan Hanya Durasi Tidur yang Penting
Tidur selama beberapa jam tidak selalu berarti tubuh mendapatkan istirahat yang berkualitas. Kualitas tidur juga penting.
Kamu mungkin sudah berada di tempat tidur cukup lama, tetapi sering terbangun, sulit masuk ke tidur nyenyak, atau bangun dalam kondisi tetap lelah. Kondisi tersebut dapat membuat tubuh tidak mendapatkan manfaat optimal dari tidur.
Karena itu, menjaga jadwal tidur yang teratur dan menciptakan lingkungan tidur yang nyaman juga penting untuk mendukung kesehatan secara keseluruhan.
>> Baca juga: 5 Dampak Kurang Tidur bagi Kesehatan yang Tidak Boleh Diabaikan
Apakah Kurang Tidur Bisa Membuat Nafsu Makan Hilang?
Kurang tidur belum terbukti secara konsisten menyebabkan seseorang kehilangan nafsu makan. Jika kamu mengalami kelelahan sekaligus tidak nafsu makan, ada kemungkinan terdapat faktor lain yang memengaruhinya.
Beberapa kondisi kesehatan dapat menyebabkan kelelahan dan penurunan nafsu makan secara bersamaan. Misalnya, infeksi tertentu, gangguan pencernaan, alergi, atau kondisi kesehatan lainnya.
Oleh karena itu, jangan langsung menganggap bahwa kehilangan nafsu makan hanya disebabkan oleh kurang tidur, terutama jika keluhan berlangsung lama atau disertai gejala lain.
Kalau sesekali kamu tidur lebih sedikit dari biasanya, tidak perlu langsung panik ketika merasa lebih lapar. Kamu bisa mengonsumsi makanan bergizi, seperti makanan mengandung protein, serat, lemak sehat, serta karbohidrat yang cukup agar tubuh mendapatkan energi dan kamu merasa kenyang lebih lama.
Jika memang lapar, makanlah, yang penting, perhatikan pilihan dan porsinya daripada memaksakan diri menahan lapar. Selain itu, minumlah air secara teratur karena rasa haus terkadang terasa mirip dengan rasa lapar.
Namun, berat badan dipengaruhi banyak faktor, bukan hanya jumlah jam tidur. Pola makan, aktivitas fisik, kondisi kesehatan, stres, dan faktor lainnya juga berperan.
Jadi, kalau kamu sedang berusaha menjaga berat badan, jangan hanya fokus pada makanan dan olahraga. Tidur yang cukup dan berkualitas juga merupakan bagian penting dari gaya hidup sehat.
Lack of Sleep May Increase Calorie Consumption

Komentar