Bagikan berita positif untuk kebaikan.
WhatsApp Salin Link
*Manfaat membagikan Artikel
Bagikan berita positif untuk kebaikan
WhatsApp Salin Link
*Manfaat membagikan Artikel
mediapositif.id / Kompetensi / Karir

10 Cara Pivot Career Agar Lebih Siap Memulai Jalur Baru

AN
JO
×
AN
AN
Penulis Media Positif
JO
Joseph Liu
Full Credit
AN , Joseph Liu |
10 Cara Pivot Career Agar Lebih Siap Memulai Jalur Baru
Cara berganti karir

JAKARTA - MEDIAPOSITIF, Memutuskan untuk pivot career atau ganti karier bukan hal yang mudah. Kamu mungkin sudah bertahun-tahun bekerja di satu bidang, punya pengalaman yang cukup, dan merasa sudah memahami pekerjaanmu. Namun, di satu titik, kamu bisa mulai bertanya, “Apakah aku masih ingin menjalani pekerjaan ini?”

Cara Pivot Career Agar Lebih Siap

Keinginan untuk berganti bidang bisa muncul karena berbagai alasan. Kamu mungkin sudah tidak menikmati pekerjaan sekarang, ingin mengembangkan kemampuan baru, membutuhkan keseimbangan hidup yang lebih baik, atau merasa ada bidang lain yang lebih sesuai dengan dirimu.

Mengubah karier memang membutuhkan waktu, tenaga, dan keberanian. Namun, kamu tidak harus langsung mengetahui seluruh jawabannya sejak awal. Berikut beberapa langkah yang bisa membantu kamu memulai perubahan karier dengan lebih realistis.

1. Terima Bahwa Tidak Ada Jalan Pintas

Salah satu hal penting yang perlu kamu pahami adalah perubahan karier tidak selalu terjadi dalam waktu singkat.

Kamu mungkin membutuhkan waktu untuk mencari tahu bidang yang cocok, mempelajari keterampilan baru, membangun pengalaman, hingga mendapatkan pekerjaan pertama di industri tersebut.

Anggap perubahan karier sebagai perjalanan panjang, bukan sesuatu yang harus selesai dalam beberapa minggu.

2. Lakukan Secara Bertahap

Kamu tidak harus langsung meninggalkan pekerjaan sekarang untuk memulai karier baru.

Cobalah mengambil langkah kecil secara konsisten. Misalnya, luangkan beberapa jam setiap minggu untuk mempelajari bidang yang ingin kamu masuki, mengikuti kelas, membaca materi, atau mengerjakan proyek kecil.

Kemajuan mungkin terasa lambat, tetapi langkah kecil yang dilakukan terus-menerus bisa membawamu lebih dekat pada tujuan.

3. Berani Mengambil Langkah Kecil

Terlalu banyak berpikir sebelum bertindak bisa membuat kamu tidak pernah benar-benar memulai.

Kalau kamu tertarik menjadi desainer, misalnya, kamu tidak harus langsung mengikuti pendidikan formal bertahun-tahun. Kamu bisa memulai dengan mengikuti kelas singkat dan mencoba membuat beberapa proyek sederhana.

4. Eksplorasi Tanpa Terlalu Banyak Ekspektasi

Saat ingin berganti karier, kamu mungkin belum tahu pekerjaan apa yang sebenarnya kamu inginkan. Tidak masalah.

Kamu bisa mencoba berbagai aktivitas untuk mengetahui apa yang membuatmu tertarik. Ikuti kelas, baca tentang industri tertentu, berbicara dengan orang yang bekerja di bidang tersebut, atau mengerjakan proyek kecil.

Jangan langsung menuntut setiap percobaan menghasilkan pekerjaan baru. Tujuan awalnya adalah mencari tahu apa yang cocok untukmu.

5. Jangan Menganggap Pengalaman Lama Sebagai Kekurangan

Salah satu hal yang sering membuat orang ragu berganti karier adalah merasa latar belakang mereka tidak sesuai.

Padahal, pengalaman dari pekerjaan sebelumnya tetap bisa memiliki nilai.

Misalnya, pengalaman sebagai guru mungkin membuat kamu memiliki kemampuan komunikasi yang baik. Pengalaman sebagai penulis bisa membantu ketika kamu ingin masuk ke bidang pemasaran. Pengalaman bekerja dengan pelanggan juga bisa berguna dalam penjualan atau layanan konsumen.

Identifikasi keterampilan yang sudah kamu miliki dan cari tahu bagaimana keterampilan tersebut bisa digunakan di bidang baru.

6. Bangun Cerita Karier yang Jelas

Ketika melamar pekerjaan di bidang baru, kamu perlu menjelaskan alasan perubahan karier dengan baik.

Jangan hanya mengatakan, “Saya bosan dengan pekerjaan sebelumnya.”

Ceritakan bagaimana pengalamanmu sebelumnya membentuk keterampilan yang relevan dengan bidang baru dan mengapa kamu ingin menggunakannya untuk tujuan tersebut.

Cerita karier yang jelas akan membantu perekrut memahami hubungan antara pengalaman masa lalu dan tujuanmu sekarang.

7. Perluas Jaringan di Luar Bidangmu

Kalau ingin masuk ke industri baru, jangan hanya berbicara dengan orang-orang dari bidang yang sekarang kamu jalani.

Cobalah mencari orang yang sudah bekerja di bidang yang ingin kamu masuki. Kamu bisa mengikuti komunitas profesional, menghadiri acara industri, atau menghubungi orang melalui LinkedIn.

Berbicara dengan orang yang sudah menjalani pekerjaan tersebut juga bisa memberikan gambaran yang lebih realistis tentang industri yang ingin kamu masuki.

8. Tentukan Batas yang Tidak Bisa Kamu Toleransi

Perubahan karier sebaiknya tidak hanya didasarkan pada keinginan mendapatkan pekerjaan baru. Kamu juga perlu mengetahui hal-hal apa yang sudah tidak bisa kamu toleransi dari pekerjaan sekarang.

Misalnya, kamu tidak ingin lagi bekerja dengan jam kerja yang terlalu panjang, tidak ingin terus bekerja di lingkungan yang penuh tekanan, atau membutuhkan pekerjaan yang memberikan lebih banyak fleksibilitas.

9. Cari Pekerjaan yang Memberikan Energi

Kamu tidak harus menemukan pekerjaan yang merupakan “passion” terbesar dalam hidupmu.

Sebaliknya, coba perhatikan aktivitas yang membuatmu merasa bersemangat, fokus, dan tertarik untuk terus mengerjakannya.

Apa pekerjaan yang membuat waktu terasa cepat berlalu? Kegiatan apa yang membuatmu merasa puas setelah menyelesaikannya?

Jawaban dari pertanyaan tersebut bisa memberikan petunjuk mengenai jenis pekerjaan yang mungkin lebih cocok untukmu.

>> Baca juga: Perkembangan Karier Bukan Hanya Soal Naik Jabatan, Ini Alasannya

10. Percayai Intuisimu, tapi Tetap Gunakan Pertimbangan

Ada kalanya kamu sudah merasa bahwa pekerjaan saat ini bukan lagi tempat yang tepat. Perasaan tersebut layak didengarkan.

Namun, bukan berarti kamu harus langsung mengundurkan diri tanpa persiapan.

Gunakan intuisi sebagai salah satu pertimbangan, lalu lengkapi dengan informasi yang nyata. Cari tahu prospek bidang baru, kebutuhan keterampilan, kisaran penghasilan, peluang kerja, serta kondisi keuanganmu sebelum mengambil keputusan besar.

Dengan begitu, perubahan karier tidak hanya didasarkan pada emosi sesaat, tetapi juga pertimbangan yang matang.

Tidak ada satu cara yang cocok untuk semua orang ketika ingin berganti karier. Ada orang yang membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk menemukan bidang baru, sementara yang lain mungkin menemukan jalannya lebih cepat.

Ganti karier memang penuh ketidakpastian. Namun, jika pekerjaan yang sekarang tidak lagi membuatmu berkembang atau merasa berarti, mengambil langkah menuju jalur baru bisa menjadi keputusan yang layak dipertimbangkan.

How To Change Careers, According To 50 People Who Made A Pivot
Dapatkan Buku Digital Pilihan Anda!
di Lynk.id - mediapositif.id
The Power of Your Subconscious Mind
Beli Sekarang
What Color Is Your Parachute?
Beli Sekarang
The Psychology of Money: Ringkasan Praktis
Beli Sekarang
Atomic Habits: Ringkasan Praktis dan Workbook
Beli Sekarang

Komentar

    📢

    Kerja Sama Iklan Segera Hadir!

    Kami sedang menyiapkan halaman khusus untuk Anda yang tertarik beriklan bersama Media Positif. Nantikan kabar baiknya dalam waktu dekat, ya!