Bagikan berita positif untuk kebaikan.
WhatsApp Salin Link
*Manfaat membagikan Artikel
Bagikan berita positif untuk kebaikan
WhatsApp Salin Link
*Manfaat membagikan Artikel
mediapositif.id / Kesehatan / Support

Pasangan Sering Meremehkan Kamu? Kenali Tandanya dan Cara Menghadapinya

AN
LA
×
AN
AN
Penulis Media Positif
LA
LaKeisha Fleming
Full Credit
AN , LaKeisha Fleming |
Pasangan Sering Meremehkan Kamu? Kenali Tandanya dan Cara Menghadapinya
Cara menghadapi pasangan yang suka merendahkan

JAKARTA - MEDIAPOSITIF, Punya pasangan yang sering berbicara seolah-olah dirinya lebih pintar atau lebih tahu bisa terasa menyakitkan. Komentar yang meremehkan, nada bicara yang merendahkan, atau kebiasaan membuat kamu merasa tidak mampu dapat perlahan mengikis rasa percaya diri.

Perilaku seperti ini dikenal sebagai condescending, yaitu sikap ketika seseorang berbicara atau memperlakukan orang lain seolah-olah dirinya lebih tinggi atau lebih unggul.

Jika kamu sering mengalaminya dalam hubungan, penting untuk tidak mengabaikannya. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menghadapi pasangan yang suka merendahkan sekaligus menjaga kesehatan mental kamu.

Seperti Apa Perilaku Pasangan yang Merendahkan?

Pasangan yang condescending biasanya membuat kamu merasa pendapat, kemampuan, atau perasaan kamu tidak penting. Perilaku ini dapat muncul dalam berbagai bentuk, seperti:

  • Memberikan komentar yang menghina atau meremehkan.

  • Berbicara kepada kamu seolah-olah kamu tidak pintar.

  • Memberi julukan yang merendahkan.

  • Mengatakan sesuatu yang menyakitkan lalu menganggapnya hanya sebagai lelucon.

  • Sering menyindir atau menggunakan sarkasme.

  • Memotong pembicaraan ketika kamu sedang berbicara.

  • Memutarbalikkan pengalaman kamu hingga membuat kamu meragukan diri sendiri atau dikenal sebagai gaslighting.

  • Mempertanyakan kemampuan kamu dalam melakukan sesuatu.

  • Menjelaskan sesuatu dengan cara yang berlebihan dan merendahkan, termasuk mansplaining.

  • Menolak berkompromi atau membicarakan masalah setelah terjadi konflik.

Perilaku tersebut bisa terlihat sederhana jika hanya terjadi sesekali. Namun, jika terus berulang dan membuat kamu merasa semakin tidak berharga, masalah ini perlu diperhatikan.

Dampak Pasangan yang Suka Merendahkan

Perilaku merendahkan dalam hubungan dapat memberikan dampak emosional yang cukup besar. Kamu mungkin mulai meragukan kemampuan sendiri atau merasa tidak pernah melakukan sesuatu dengan benar.

Lama-kelamaan, kamu juga bisa memilih untuk diam dan mengurangi komunikasi agar tidak kembali mendapatkan komentar yang menyakitkan.

Kondisi ini tentu dapat memengaruhi kualitas hubungan. Komunikasi yang seharusnya menjadi ruang untuk saling memahami justru berubah menjadi sesuatu yang membuat salah satu pihak merasa takut atau tidak nyaman.

Kenapa Pasangan Bisa Bersikap Merendahkan?

Ada beberapa alasan yang mungkin membuat seseorang bersikap merendahkan. Perilaku ini dapat muncul karena rasa tidak aman terhadap diri sendiri, keinginan untuk mengontrol pasangan, atau kesulitan untuk menunjukkan sisi yang rentan.

Sebagian orang bahkan mungkin tidak menyadari bahwa cara bicara dan perilakunya menyakiti pasangan karena sudah menjadi kebiasaan.

Namun, apa pun alasannya, perilaku tersebut tetap perlu dibicarakan jika sudah berdampak buruk pada hubungan.

Cara Menghadapi Pasangan yang Suka Merendahkan

Menghadapi pasangan yang sering merendahkan kamu memang tidak mudah. Namun, beberapa langkah berikut dapat membantu.

1. Bicarakan Secara Langsung

Jangan membalas sikap merendahkan dengan melakukan hal yang sama. Sebaliknya, sampaikan secara langsung bagaimana perilakunya memengaruhi perasaan kamu.

Kamu bisa mengatakan, “Saat kamu meremehkan pekerjaan saya, saya merasa tidak dihargai.”

Cobalah membicarakan perilaku yang spesifik agar pasangan memahami apa yang membuat kamu merasa terluka.

2. Segera Sampaikan Jika Ada Perilaku yang Menyakiti

Kamu tidak harus menunggu sampai rasa kesal menumpuk. Jika pasangan mengatakan sesuatu yang merendahkan, sampaikan keberatan kamu saat itu juga.

Kamu berhak mengatakan bahwa kamu tidak nyaman dengan komentar tersebut dan meminta pasangan untuk berhenti melakukannya.

3. Tanyakan Kenapa Dia Bersikap Seperti Itu

Jika situasinya memungkinkan, kamu juga dapat bertanya kepada pasangan mengapa dia mengatakan atau melakukan hal tersebut.

Pertanyaan ini mungkin membuat pasangan menyadari perilaku yang selama ini sudah menjadi kebiasaan. Dari sini, kalian dapat mulai membicarakan pola komunikasi yang perlu diubah.

4. Tetapkan Batasan

Kamu perlu menentukan perilaku seperti apa yang tidak dapat kamu terima dalam hubungan.

Batasan bukan berarti berusaha mengontrol pasangan. Batasan membantu kamu menjelaskan bagaimana kamu ingin diperlakukan dan apa yang akan kamu lakukan jika perilaku tersebut terus terjadi.

5. Pertimbangkan Konseling Pasangan

Jika kamu dan pasangan kesulitan menyelesaikan masalah sendiri, konseling pasangan dapat menjadi pilihan.

Terapis dapat membantu kalian memahami penyebab perilaku tersebut sekaligus mempelajari cara berkomunikasi yang lebih sehat. Hal ini terutama dapat membantu jika kedua pihak bersedia mendengarkan dan berusaha memperbaiki hubungan.

6. Tetap Jaga Kesehatan Mental Kamu

Jangan sampai komentar pasangan membuat kamu terus-menerus meragukan diri sendiri. Tetap lakukan hal-hal yang membantu membangun kembali rasa percaya diri dan pertahankan hubungan dengan orang-orang yang mendukung kamu.

Berbicara dengan teman, keluarga, atau tenaga profesional juga dapat membantu kamu mendapatkan sudut pandang yang lebih objektif.

>> Baca juga: Apa Kriteria yang Dicari pada Pasangan? Apakah Usia dan Kondisi Finansial Penting?

7. Tinggalkan Hubungan Jika Kamu Merasa Tidak Aman

Mempertahankan hubungan bukan satu-satunya pilihan. Jika perilaku pasangan membuat kamu merasa terancam atau ada risiko kekerasan fisik, keselamatan kamu harus menjadi prioritas.

Dalam situasi seperti itu, cari bantuan dan dukungan sesegera mungkin. Kamu juga dapat mempertimbangkan terapi individu untuk membantu memproses pengalaman dan menentukan langkah yang paling aman.

Pasangan yang berbeda pendapat dengan kamu bukan berarti selalu bersikap merendahkan. Namun, jika kamu terus dibuat merasa bodoh, tidak mampu, atau tidak berarti, hal tersebut bukan pola komunikasi yang sehat.

Hubungan yang baik seharusnya memberikan ruang bagi kedua orang untuk berbicara, didengarkan, dan dihargai. Oleh karena itu, jangan abaikan perasaan kamu ketika perilaku pasangan mulai memengaruhi rasa percaya diri dan kesehatan mental.

How to Deal With a Condescending Partner
Dapatkan Buku Digital Pilihan Anda!
di Lynk.id - mediapositif.id
The Power of Your Subconscious Mind
Beli Sekarang
What Color Is Your Parachute?
Beli Sekarang
The Psychology of Money: Ringkasan Praktis
Beli Sekarang
Atomic Habits: Ringkasan Praktis dan Workbook
Beli Sekarang

Komentar

    📢

    Kerja Sama Iklan Segera Hadir!

    Kami sedang menyiapkan halaman khusus untuk Anda yang tertarik beriklan bersama Media Positif. Nantikan kabar baiknya dalam waktu dekat, ya!