JAKARTA - MEDIAPOSITIF, Menguap biasanya identik dengan rasa kantuk atau kelelahan. Namun, pernahkah kamu merasa sering menguap meski sudah tidur cukup semalaman? Kondisi ini sebenarnya cukup umum dan tidak selalu berarti kamu kurang tidur.
Menguap merupakan respons alami tubuh. Akan tetapi, jika kamu terus-menerus menguap dan disertai rasa mengantuk atau lelah sepanjang hari, kondisi tersebut bisa berkaitan dengan gangguan tidur atau masalah kesehatan tertentu.
Penyebab Sering Menguap
Menguap adalah gerakan refleks yang membuat kamu membuka mulut, menarik napas dalam melalui hidung dan mulut, lalu mengembuskannya secara perlahan. Biasanya, satu kali menguap berlangsung sekitar 5–10 detik.
Menguap merupakan hal yang normal dan bisa dialami siapa saja. Bahkan, menguap tidak hanya terjadi ketika kamu mengantuk. Melihat, mendengar, atau memikirkan orang lain yang menguap juga bisa membuat kamu ikut menguap.
Ada beberapa alasan yang mungkin membuat kamu sering menguap meskipun merasa sudah cukup tidur, antara lain:
1. Masih Mengantuk atau Kurang Tidur
Tidur selama beberapa jam belum tentu membuat tubuh benar-benar mendapatkan istirahat yang cukup. Jika kualitas tidurmu buruk atau waktu tidurmu sering terganggu, tubuh bisa tetap merasa mengantuk keesokan harinya.
Kurang tidur yang berlangsung terus-menerus juga dapat menyebabkan penumpukan utang tidur. Akibatnya, kamu mungkin lebih sering menguap dan merasa sulit berkonsentrasi pada siang hari.
2. Merasa Bosan
Menguap juga dapat terjadi ketika kamu sedang bosan atau melakukan aktivitas yang kurang merangsang otak. Saat berada dalam situasi yang monoton, rasa kantuk bisa muncul sehingga kamu lebih sering menguap.
Jadi, kalau kamu sering menguap saat mengikuti rapat yang panjang, membaca sesuatu yang kurang menarik, atau duduk diam dalam waktu lama, belum tentu ada masalah kesehatan yang mendasarinya.
3. Tubuh Sedang Mengatur Suhu Otak
Salah satu teori mengenai menguap adalah bahwa gerakan ini mungkin membantu mengatur suhu otak. Beberapa penelitian pada hewan menunjukkan adanya perubahan suhu otak setelah menguap.
Meski begitu, mekanisme ini masih terus diteliti dan belum menjadi penjelasan pasti mengenai alasan manusia menguap.
4. Perubahan Tekanan di Telinga
Pernah merasa telinga seperti tersumbat saat naik pesawat? Perubahan ketinggian dapat membuat tekanan di telinga berubah.
Menguap dapat membantu meredakan rasa tidak nyaman tersebut dengan membantu menyesuaikan tekanan di dalam telinga. Karena itu, kamu mungkin lebih sering menguap ketika sedang bepergian menggunakan pesawat atau berada di tempat dengan perubahan ketinggian.
5. Menguap karena Ikut Orang Lain
Menguap bisa menular. Ketika kamu melihat orang lain menguap, mendengar suara orang menguap, atau bahkan memikirkan tentang menguap, kamu bisa ikut menguap.
Para peneliti menduga fenomena ini mungkin berkaitan dengan respons sosial dan empati. Namun, hubungan antara menguap dan empati masih membutuhkan penelitian lebih lanjut.
Kapan Sering Menguap Bisa Jadi Masalah?
Secara umum, manusia menguap sekitar 5–10 kali dalam sehari. Namun, jumlah ini bisa berbeda-beda pada setiap orang.
Jika kamu menguap jauh lebih sering dari biasanya, terutama sampai mengganggu aktivitas sehari-hari, kondisi ini bisa disebut sebagai menguap berlebihan. Dalam beberapa kasus, seseorang bahkan dapat menguap puluhan kali dalam sehari.
Menguap berlebihan dapat berkaitan dengan rasa kantuk yang berlebihan atau gangguan tidur, seperti sleep apnea dan narkolepsi. Kondisi ini juga dapat muncul sebagai efek samping obat tertentu, termasuk beberapa obat antidepresan.
Pada kasus yang lebih jarang, menguap berlebihan dapat berkaitan dengan gangguan saraf tertentu, seperti migrain, epilepsi, stroke, atau cedera kepala.
>> Baca juga: Kebiasaan Tidur yang Membantumu Bangun Tanpa Alarm
Apa yang Harus Dilakukan Jika Sering Menguap?
Jika kamu hanya sesekali menguap meskipun sudah tidur cukup, biasanya tidak perlu khawatir. Cobalah memperhatikan kualitas tidur, jadwal tidur, tingkat aktivitas, dan kondisi yang membuat kamu lebih sering menguap.
Namun, jika kamu terus-menerus menguap dan disertai rasa sangat mengantuk, lelah, sulit berkonsentrasi, atau gejala lain yang mengganggu, sebaiknya konsultasikan dengan dokter.
Dokter mungkin akan menanyakan pola tidur dan gejala lain yang kamu alami untuk mencari penyebabnya. Jika diperlukan, pemeriksaan tertentu dapat dilakukan untuk mengetahui apakah ada gangguan tidur atau masalah kesehatan lain yang mendasarinya.
Pada dasarnya, cara mengatasi menguap berlebihan bergantung pada penyebabnya. Jika pemicunya adalah kurang tidur atau gangguan tidur, memperbaiki kondisi tersebut dapat membantu mengurangi frekuensi menguap. Jika disebabkan oleh obat tertentu, dokter dapat mengevaluasi penggunaan obat tersebut.
Excessive Yawning: What Does It Mean and How to Treat It
Komentar