Bagikan berita positif untuk kebaikan.
WhatsApp Salin Link
*Manfaat membagikan Artikel
Bagikan berita positif untuk kebaikan
WhatsApp Salin Link
*Manfaat membagikan Artikel
mediapositif.id / Komunitas / Sosial

Mengenal Kesepian dan Cara Menghadapinya

Pahami pemicu rasa kesepian.
Nabila
AY
×
Nabila Feb
Nabila
Penulis Media Positif
AY
ayana underwood
Full Credit
Nabila , ayana underwood |
Mengenal Kesepian dan Cara Menghadapinya
Jangan dibiarkan larut terlalu lama! Yuk, pahami pemicunya dan cari tahu cara sehat. (Sumber: freepik)

JAKARTA - MEDIAPOSITIF, Pernah merasa hari-hari tiba-tiba terasa lebih sepi dari biasanya?

Mungkin kamu sedang rebahan di sofa sambil melihat ponsel, menunggu balasan pesan dari teman atau pasangan. Kucing kesayangan pun sedang tidak ingin diajak bermain, sementara kamu sendiri bingung harus melakukan apa dengan waktu yang ada.

Kalau sedang banyak pikiran, rasa sepi juga bisa membuat kita mulai memikirkan hal-hal yang sebenarnya belum tentu terjadi. Misalnya, merasa semua orang sedang menjauh atau tidak menyukai kita, padahal belum tentu ada bukti yang mendukung pikiran tersebut.

Merasa kesepian sesekali sebenarnya merupakan pengalaman yang wajar. Namun, jika rasa ini terus muncul dan mulai mengganggu keseharian, ada baiknya kita tidak mengabaikannya.

Kesepian yang berlangsung dalam waktu lama dikaitkan dengan berbagai masalah kesehatan, termasuk meningkatnya risiko depresi, kecemasan, penyakit kardiovaskular, demensia, dan kematian dini. U.S. Surgeon General juga menyoroti kurangnya koneksi sosial sebagai faktor yang berkaitan dengan risiko kematian dini, dengan dampak yang dalam sejumlah penelitian dibandingkan dengan faktor risiko seperti merokok dan obesitas.

Kesepian Itu Perasaan, Bukan Penampilan

Ketika mendengar kata “kesepian”, kita mungkin membayangkan seseorang yang duduk sendirian di kamar atau terlihat menyendiri di tengah pesta.

Padahal, kesepian tidak selalu terlihat dari luar.

Kamu bisa saja berada di tengah banyak orang, punya teman, atau sedang mengobrol dengan keluarga, tetapi tetap merasa tidak benar-benar terhubung dengan siapa pun. Sebaliknya, seseorang yang sedang sendirian belum tentu merasa kesepian.

Dr. Jeremy Nobel, dokter dan pendiri Project UnLonely, menjelaskan bahwa kesepian merupakan pengalaman yang subjektif. Secara sederhana, rasa ini bisa muncul ketika ada jarak antara hubungan sosial yang kita inginkan dan hubungan yang kita rasakan dalam kehidupan sehari-hari.

Jadi, banyaknya orang di sekitar kita bukan satu-satunya ukuran. Yang juga penting adalah apakah hubungan tersebut terasa bermakna dan memenuhi kebutuhan kita akan koneksi.

Menyendiri dan Kesepian Itu Berbeda

Menyendiri atau solitude menggambarkan kondisi ketika seseorang sedang tidak bersama orang lain. Namun, berada sendirian tidak otomatis berarti kesepian.

Sebagian orang justru menikmati waktu sendiri untuk beristirahat, melakukan hobi, membaca, atau sekadar menenangkan pikiran setelah menjalani hari yang padat.

Kesepian berbeda karena biasanya disertai perasaan bahwa kita kekurangan hubungan atau koneksi yang berarti. Karena itu, seseorang bisa menikmati solitude tanpa merasa kesepian, sementara orang lain bisa merasa kesepian meskipun sedang dikelilingi banyak orang.

3 Bentuk Kesepian yang Perlu Kamu Tahu

Kesepian tidak selalu muncul dalam bentuk yang sama. Literatur psikologi dan kesehatan sosial banyak membahas tiga bentuk kesepian yang saling berkaitan, yaitu sosial, emosional, dan eksistensial.

1. Kesepian Sosial

Kesepian sosial berkaitan dengan kurangnya hubungan atau lingkungan sosial yang membuat seseorang merasa menjadi bagian dari suatu kelompok.

Misalnya, seseorang pindah ke kota baru dan belum menemukan teman dekat, mahasiswa yang tinggal jauh dari keluarga, atau seseorang yang merasa tidak punya lingkungan tempat ia benar-benar merasa diterima.

2. Kesepian Emosional

Kesepian emosional lebih berkaitan dengan tidak adanya hubungan dekat atau sosok yang bisa menjadi tempat berbagi secara mendalam.

Perasaan ini bisa muncul setelah kehilangan pasangan, putus cinta, perceraian, atau ketika seseorang kehilangan orang yang selama ini menjadi tempatnya mencari dukungan emosional.

3. Kesepian Eksistensial

Kesepian eksistensial berkaitan dengan perasaan terpisah dari orang lain atau dunia secara lebih mendalam. Pertanyaan tentang makna hidup, tujuan, keberadaan, atau perasaan bahwa tidak ada orang yang benar-benar memahami pengalaman kita bisa muncul dalam kondisi ini.

Berbeda dengan kesepian sosial dan emosional yang lebih berkaitan dengan hubungan, kesepian eksistensial sering menyentuh pertanyaan yang lebih luas tentang kehidupan dan keberadaan diri.

Dampak Kesepian dan Cara Menghadapinya

Ketika berlangsung dalam waktu lama, kesepian dapat berkaitan dengan berbagai dampak pada kesehatan fisik maupun mental. Penelitian menghubungkannya dengan risiko yang lebih tinggi terhadap depresi, kecemasan, penyakit jantung, demensia, dan kematian dini.

Karena itu, rasa sepi tidak perlu dianggap sebagai sesuatu yang memalukan atau harus disembunyikan. Beberapa langkah sederhana yang bisa dicoba antara lain:

  • Akui bahwa kamu sedang merasa kesepian. Tidak perlu langsung mencari cara untuk menghilangkannya. Menyadari dan mengakui perasaan tersebut bisa menjadi langkah awal untuk memahami apa yang sebenarnya sedang kamu butuhkan.

  • Hubungi orang yang kamu percaya. Kamu tidak harus langsung menceritakan semuanya. Mengirim pesan sederhana, menelepon, atau mengajak seseorang bertemu bisa menjadi awal untuk kembali terhubung.

  • Cari ruang untuk bertemu dan terhubung dengan orang lain. Kamu bisa mengikuti komunitas, melakukan aktivitas bersama, atau menemukan lingkungan yang memiliki minat serupa.

  • Jangan menganggap kesepian sebagai kekurangan diri. Merasa kesepian tidak berarti ada yang salah dengan dirimu. Perasaan tersebut bisa menjadi sinyal bahwa kamu sedang membutuhkan koneksi yang lebih bermakna.

Kesepian bukan tanda bahwa ada sesuatu yang salah dengan dirimu. Kadang, rasa sepi hanya menjadi pengingat bahwa kita sedang membutuhkan hubungan, percakapan, atau kehadiran orang lain.

Kalau rasa kesepian berlangsung lama, terasa semakin berat, atau mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, kamu juga tidak harus menghadapinya sendirian. Berbicara dengan psikolog atau profesional kesehatan mental dapat membantu memahami apa yang sedang kamu alami dan mencari cara yang sesuai untuk menghadapinya.

verywellmind.com
Dapatkan Buku Digital Pilihan Anda!
di Lynk.id - mediapositif.id
The Power of Your Subconscious Mind
Beli Sekarang
What Color Is Your Parachute?
Beli Sekarang
The Psychology of Money: Ringkasan Praktis
Beli Sekarang
Atomic Habits: Ringkasan Praktis dan Workbook
Beli Sekarang

Komentar

    📢

    Kerja Sama Iklan Segera Hadir!

    Kami sedang menyiapkan halaman khusus untuk Anda yang tertarik beriklan bersama Media Positif. Nantikan kabar baiknya dalam waktu dekat, ya!