JAKARTA - MEDIAPOSITIF, Menikmati secangkir teh hangat, mendapat ucapan selamat pagi dari teman, atau sekadar menikmati suasana rumah yang tenang mungkin terdengar sederhana. Namun, ketika kita mulai menyadari dan menghargai hal-hal kecil seperti ini, keseharian bisa terasa sedikit lebih menyenangkan.
Kebiasaan untuk memperhatikan apa yang masih kita miliki dan mensyukurinya juga sering dikaitkan dengan kesejahteraan dan kebahagiaan. Lantas, apa sebenarnya hubungan antara rasa syukur dan kebahagiaan?
Apa Itu Kebahagiaan dan Rasa Syukur?
Kebahagiaan bukan hanya tentang merasa senang sepanjang waktu. Dalam psikologi, kebahagiaan juga berkaitan dengan kepuasan terhadap hidup, hubungan yang bermakna, serta perasaan bahwa hidup yang dijalani memiliki tujuan.
Rasa syukur menjadi salah satu hal yang dapat membantu kita melihat kehidupan dari sudut pandang tersebut. Saat kita memberi perhatian pada hal-hal yang berjalan baik, termasuk hal-hal kecil yang sering terlewat, kita bisa lebih menghargai apa yang ada dalam hidup saat ini.
Manfaat Rasa Syukur bagi Tubuh dan Mental
Rasa syukur bukan sekadar perasaan yang muncul sesekali. Ketika menjadi kebiasaan, rasa syukur dapat berkaitan dengan berbagai aspek kesejahteraan, baik secara psikologis maupun fisik.
Sejumlah penelitian menemukan hubungan antara rasa syukur dengan kebiasaan hidup yang lebih sehat, seperti lebih aktif bergerak dan menjaga pola makan. Rasa syukur juga dikaitkan dengan tingkat stres yang lebih rendah, suasana hati yang lebih baik, serta kualitas hubungan sosial yang lebih positif.
Dari sisi psikologis, rasa syukur dapat membantu seseorang lebih menghargai dirinya, melihat sisi positif dari kehidupan, dan membangun pandangan yang lebih optimistis.
Rasa syukur juga melibatkan proses di dalam otak yang berkaitan dengan penghargaan, emosi, dan hubungan sosial. Beberapa penelitian mengaitkannya dengan aktivitas di area otak yang berperan dalam proses tersebut. Namun, hubungan antara rasa syukur, neurotransmiter seperti dopamin dan serotonin, serta hormon seperti oksitosin tidak sesederhana sekadar “bersyukur lalu zat tertentu dilepaskan”.
Belajar Menikmati Hidup dari Masyarakat Skandinavia
Negara-negara Nordik seperti Finlandia, Swedia, dan Norwegia kerap berada di posisi atas dalam World Happiness Report. Kebahagiaan di kawasan ini tidak hanya berkaitan dengan perasaan positif, tetapi juga dengan berbagai aspek kehidupan seperti keamanan sosial, keseimbangan hidup, dan kepercayaan dalam masyarakat.
Di Swedia, misalnya, ada konsep lagom, yang kurang lebih berarti “secukupnya” atau tidak berlebihan. Gagasan ini tercermin dalam cara memandang keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi, tanpa harus terus-menerus mengejar lebih banyak.
Dari sini, kita bisa melihat bahwa kebahagiaan tidak selalu datang dari pencapaian besar. Rasa cukup, hubungan yang baik, waktu untuk beristirahat, dan kemampuan menikmati apa yang sudah dimiliki juga punya peran dalam keseharian.
Cara Praktis Menumbuhkan Rasa Syukur Setiap Hari
Rasa syukur bisa dilatih lewat kebiasaan sederhana. Tidak harus menunggu ada sesuatu yang luar biasa terjadi. Kamu bisa memulainya dari hal-hal yang memang sudah ada di sekitar.
-
Perhatikan hal-hal kecil. Coba ingat kembali hal sederhana yang membuat harimu sedikit lebih baik, seperti atap yang melindungi dari hujan, bantuan rekan kerja, makanan yang kamu nikmati, atau sapaan ramah dari tetangga.
-
Tulis hal yang kamu syukuri. Luangkan beberapa menit untuk mencatat satu sampai tiga hal yang kamu syukuri hari itu. Kamu bisa menuliskannya di jurnal, notes di ponsel, atau secarik kertas.
-
Nikmati momen di sekitar. Jalan-jalan santai sambil memperhatikan pepohonan, langit, atau suasana lingkungan sekitar juga bisa menjadi cara untuk berhenti sejenak dari rutinitas.
-
Sampaikan apresiasi kepada orang lain. Kirim pesan, menelepon, atau menulis surat singkat kepada seseorang yang pernah membantu atau memberi arti dalam hidupmu.
Melatih rasa syukur bukan berarti mengabaikan hal-hal yang sedang terasa sulit. Kamu tetap boleh kecewa, lelah, atau merasa tidak baik-baik saja. Rasa syukur hanya mengajak kita untuk memberi ruang pada hal-hal baik yang mungkin selama ini luput diperhatikan.
Kadang, kebahagiaan memang tidak selalu datang dalam bentuk sesuatu yang besar. Bisa jadi, ia hadir lewat secangkir teh hangat, percakapan singkat, atau satu hal kecil yang membuat hari ini terasa sedikit lebih ringan.
verywellmind.com
Komentar