Bagikan berita positif untuk kebaikan.
WhatsApp Salin Link
*Manfaat membagikan Artikel
Bagikan berita positif untuk kebaikan
WhatsApp Salin Link
*Manfaat membagikan Artikel
mediapositif.id / Kesehatan / Psikologi

Stres vs Depresi: Apa Bedanya dan Bagaimana Mengenalinya?

AN
GE
×
AN
AN
Penulis Media Positif
GE
Geoffrey C. Whittaker
Full Credit
AN , Geoffrey C. Whittaker |
Stres vs Depresi: Apa Bedanya dan Bagaimana Mengenalinya?
Stres vs Depresi Ringan, Perbedaan dan Cara Mengenalinya!

JAKARTA - MEDIAPOSITIF, Pernah merasa sangat lelah, sulit berkonsentrasi, atau kehilangan semangat melakukan aktivitas sehari-hari? Kondisi tersebut bisa terjadi ketika kamu sedang mengalami stres. Namun, gejala yang mirip juga dapat muncul pada depresi. Lalu, apa sebenarnya perbedaan stres dan depresi?

Stres dan depresi memang bisa memiliki beberapa gejala yang serupa. Keduanya bisa membuat kamu merasa lelah, sulit tidur, kurang bersemangat, hingga sulit konsentrasi. Meski begitu, stres dan depresi merupakan kondisi yang berbeda dan membutuhkan penanganan yang berbeda pula.

Apa Itu Stres?

Stres adalah respons tubuh dan pikiran terhadap tekanan atau situasi yang dianggap menantang. Misalnya, kamu bisa mengalami stres karena pekerjaan yang menumpuk, masalah keuangan, konflik dengan orang lain, atau perubahan besar dalam hidup.

Saat menghadapi tekanan, tubuh dapat masuk ke kondisi fight or flight. Respons ini membuat tubuh lebih waspada agar kamu bisa menghadapi situasi yang dianggap mengancam. Karena itu, stres dalam jangka pendek sebenarnya merupakan respons yang normal.

Namun, stres yang berlangsung terus-menerus dapat mulai mengganggu kehidupan sehari-hari. Kamu mungkin menjadi mudah lelah, sulit tidur, sakit kepala, mudah marah, atau sulit fokus.

Apa Itu Depresi?

Berbeda dari stres, depresi merupakan kondisi kesehatan mental yang dapat memengaruhi suasana hati, cara berpikir, bahkan kemampuan seseorang menjalani aktivitas sehari-hari.

Depresi tidak hanya ditandai dengan rasa sedih. Seseorang yang mengalami depresi juga dapat kehilangan minat atau kesenangan terhadap hal-hal yang sebelumnya disukai, merasa tidak berharga atau putus asa, kelelahan kronis, perubahan pola tidur dan nafsu makan, serta sulit konsentrasi.

Gejalanya juga dapat berlangsung cukup lama dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Menurut National Institute of Mental Health (NIMH), diagnosis depresi umumnya melibatkan gejala yang muncul hampir setiap hari selama setidaknya dua minggu, dengan suasana hati yang depresi atau kehilangan minat sebagai salah satu gejala utamanya.

Stres vs Depresi, Apa Perbedaannya?

Meski beberapa gejalanya mirip, ada beberapa hal yang membedakan stres dan depresi, yaitu:

1. Pemicu Kondisi

Stres biasanya memiliki pemicu yang cukup jelas. Misalnya, kamu merasa tertekan karena pekerjaan yang terlalu banyak atau sedang menghadapi masalah tertentu.

Ketika sumber tekanan mulai berkurang atau masalah berhasil diselesaikan, gejala stres juga dapat ikut mereda.

Sementara itu, depresi tidak selalu memiliki satu pemicu yang jelas. Kondisi ini dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk faktor psikologis, sosial, lingkungan, dan biologis.

2. Perasaan yang Muncul

Saat mengalami stres, kamu mungkin merasa kewalahan, tegang, cemas, mudah marah, atau terus memikirkan masalah yang sedang dihadapi.

Pada depresi, selain merasa sedih atau mudah tersinggung, kamu bisa kehilangan minat dan kesenangan terhadap aktivitas yang biasanya kamu nikmati. Perasaan putus asa, tidak berharga, atau kehilangan energi juga dapat muncul.

3. Dampaknya Pada Aktivitas Sehari-hari

Stres dapat membuat kamu kesulitan menjalankan aktivitas, terutama ketika tekanan sedang tinggi. Namun, kamu biasanya masih dapat menikmati beberapa hal ketika memiliki waktu untuk beristirahat atau tekanan mulai berkurang.

Pada depresi, kehilangan minat atau kesenangan dapat terasa lebih menetap dan mulai mengganggu pekerjaan, hubungan dengan orang lain, maupun aktivitas sehari-hari.

Apakah Stres Bisa Menyebabkan Depresi?

Stres dan depresi memang memiliki hubungan yang cukup erat. Stres yang berat atau berlangsung dalam waktu lama dapat meningkatkan risiko munculnya gejala depresi pada sebagian orang. Penelitian juga menunjukkan adanya hubungan antara pengalaman hidup yang penuh tekanan dengan munculnya atau memburuknya gejala depresi.

Meski begitu, bukan berarti setiap orang yang mengalami stres pasti akan mengalami depresi. Depresi merupakan kondisi yang kompleks dan dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor.

Karena itu, penting untuk memperhatikan perubahan yang kamu alami, terutama jika keluhan tidak kunjung membaik atau mulai mengganggu kehidupan sehari-hari.

>> Baca juga: 9 Tanda Stres pada Tubuh yang Sering Diabaikan, Jangan Anggap Sepele!

Kapan Harus Mencari Bantuan?

Kamu tidak harus menunggu sampai kondisi terasa sangat berat untuk mencari bantuan. Jika rasa sedih, kehilangan minat, kelelahan, sulit tidur, atau gejala lainnya terus berlangsung dan mengganggu aktivitas, cobalah berkonsultasi dengan dokter atau tenaga kesehatan mental.

Tenaga profesional dapat membantu mencari tahu apakah keluhan yang kamu alami berkaitan dengan stres, depresi, kondisi kesehatan lain, atau kombinasi beberapa faktor. Hindari mendiagnosis diri sendiri hanya berdasarkan beberapa gejala yang kamu rasakan.

Jika kamu mengalami pikiran untuk menyakiti diri sendiri atau mengakhiri hidup, segera cari bantuan dari orang yang kamu percaya dan layanan kesehatan atau layanan darurat setempat.

Jadi, stres dan depresi bukanlah kondisi yang sama. Stres biasanya berkaitan dengan tekanan atau situasi tertentu, sedangkan depresi merupakan kondisi kesehatan mental yang dapat memengaruhi suasana hati, pikiran, dan aktivitas sehari-hari.

Keduanya memang bisa saling berkaitan, sehingga mengenali perubahan yang kamu alami dapat menjadi langkah awal untuk mendapatkan bantuan yang tepat.

Stress vs Depression: What's The Difference?
Dapatkan Buku Digital Pilihan Anda!
di Lynk.id - mediapositif.id
The Power of Your Subconscious Mind
Beli Sekarang
What Color Is Your Parachute?
Beli Sekarang
The Psychology of Money: Ringkasan Praktis
Beli Sekarang
Atomic Habits: Ringkasan Praktis dan Workbook
Beli Sekarang

Komentar

    📢

    Kerja Sama Iklan Segera Hadir!

    Kami sedang menyiapkan halaman khusus untuk Anda yang tertarik beriklan bersama Media Positif. Nantikan kabar baiknya dalam waktu dekat, ya!