Bagikan berita positif untuk kebaikan.
WhatsApp Salin Link
*Manfaat membagikan Artikel
Bagikan berita positif untuk kebaikan
WhatsApp Salin Link
*Manfaat membagikan Artikel
mediapositif.id / Kesehatan / Kebugaran

Berat Badan Kurang: Gejala, Risiko Kesehatan, dan Cara Menambah Berat Badan

Pelajari tanda kekurangan berat badan dan dampaknya bagi tubuh.
Nabila Feb
JI
×
Nabila Feb
Nabila Feb
Penulis Media Positif
JI
jill corleone
Full Credit
Nabila Feb , jill corleone |
Berat Badan Kurang: Gejala, Risiko Kesehatan, dan Cara Menambah Berat Badan
Menambah berat badan secara efektif berfokus pada pemenuhan nutrisi dan pembentukan massa otot. (Sumber: freepik)
IklanBuka rekening Krom, dapat bonus hingga Rp150.000

JAKARTA - MEDIAPOSITIF, Pembahasan tentang berat badan sering kali lebih banyak berfokus pada risiko kelebihan berat badan. Padahal, berat badan yang terlalu rendah atau kekurangan berat badan (underweight) juga bisa memengaruhi kesehatan.

Berat badan yang sehat tidak sama untuk setiap orang. Karena itu, kondisi tubuh sebaiknya tidak dinilai hanya dari penampilan, tetapi juga dengan mempertimbangkan tinggi badan, asupan nutrisi, dan kondisi kesehatan secara keseluruhan.

Memahami Indeks Massa Tubuh (BMI) dan Komposisi Tubuh

Salah satu cara yang umum digunakan untuk menilai berat badan adalah Indeks Massa Tubuh (BMI), yang dihitung berdasarkan berat dan tinggi badan.

Pada orang dewasa, BMI di bawah 18,5 umumnya masuk kategori kekurangan berat badan. Sementara itu, BMI 18,5–24,9 termasuk rentang berat badan normal menurut klasifikasi yang umum digunakan.

Meski praktis, BMI tidak bisa menggambarkan kondisi tubuh secara menyeluruh. Perhitungan ini tidak membedakan massa otot dan lemak, serta perlu ditafsirkan dengan mempertimbangkan usia dan kondisi kesehatan seseorang.

Komposisi tubuh juga dapat menjadi informasi tambahan untuk memahami kondisi kesehatan. Namun, persentase lemak tubuh yang dianggap sehat bisa berbeda berdasarkan usia, jenis kelamin, dan metode pengukuran. Karena itu, tidak ada satu angka yang bisa dijadikan patokan untuk semua orang.

Gejala dan Risiko Kesehatan akibat Kekurangan Berat Badan

Kekurangan berat badan tidak selalu menimbulkan gejala yang sama pada setiap orang. Namun, jika kondisi ini berkaitan dengan asupan nutrisi yang tidak mencukupi, beberapa keluhan yang bisa muncul antara lain mudah lelah, pusing, sering merasa kedinginan, dan sulit berkonsentrasi.

Dalam jangka panjang, kekurangan berat badan atau nutrisi tertentu juga dapat meningkatkan risiko beberapa masalah kesehatan.

1. Kekurangan Vitamin dan Mineral

Tubuh membutuhkan vitamin dan mineral untuk menjalankan berbagai fungsi penting. Jika asupan nutrisi tidak mencukupi, seseorang berisiko mengalami kekurangan zat gizi tertentu, seperti zat besi dan vitamin B12, yang dapat menyebabkan anemia.

Kekurangan nutrisi juga bisa mengganggu proses pemulihan luka dan memengaruhi fungsi tubuh lainnya, bergantung pada jenis nutrisi yang tidak terpenuhi.

2. Tulang Lebih Rentan Mengalami Gangguan

Berat badan yang terlalu rendah dapat berkaitan dengan kepadatan tulang yang lebih rendah, terutama jika disertai kekurangan nutrisi atau gangguan hormon.

Asupan kalsium dan vitamin D yang cukup penting untuk menjaga kesehatan tulang. Jika kebutuhan nutrisi tidak terpenuhi dalam jangka panjang, risiko osteoporosis dan patah tulang bisa meningkat.

3. Daya Tahan Tubuh Menurun

Tubuh membutuhkan energi, protein, vitamin, dan mineral untuk mendukung sistem kekebalan tubuh.

Jika asupan nutrisi terus-menerus tidak mencukupi, fungsi sistem imun dapat terganggu. Akibatnya, tubuh bisa lebih sulit melawan infeksi dan memulihkan diri setelah sakit.

4. Gangguan Kesuburan

Berat badan yang terlalu rendah, terutama jika disertai kekurangan energi atau gangguan hormon, dapat memengaruhi kesuburan.

Pada wanita, kondisi ini bisa mengganggu siklus menstruasi dan ovulasi. Sementara itu, pada pria, kekurangan energi dan gangguan hormon tertentu dapat memengaruhi produksi sperma. Namun, pengaruhnya bisa berbeda pada setiap orang.

Tips Menambah Berat Badan secara Sehat

Menambah berat badan bisa menjadi tantangan bagi sebagian orang. Caranya bukan sekadar makan lebih banyak, tetapi juga memastikan tubuh mendapatkan energi dan nutrisi yang cukup.

Berikut beberapa langkah yang bisa kamu coba.

  • Makan lebih sering jika sulit menghabiskan porsi besar. Kamu bisa mencoba makan dalam porsi lebih kecil tetapi lebih sering sepanjang hari.

  • Pilih minuman yang mengandung nutrisi. Susu atau smoothies yang dibuat dari buah, susu, dan yoghurt bisa membantu menambah asupan energi di antara waktu makan.

  • Tambahkan camilan padat gizi. Kacang-kacangan, biji-bijian, yoghurt, dan keju bisa menjadi pilihan untuk menambah asupan kalori sekaligus nutrisi.

  • Lengkapi makanan dengan sumber energi dan protein. Misalnya, tambahkan selai kacang pada roti, telur pada sarapan, atau tahu dan tempe pada menu makan.

  • Lakukan latihan beban sesuai kemampuan. Latihan kekuatan dapat membantu membangun massa otot, terutama jika diimbangi dengan asupan energi dan protein yang cukup.

Kebutuhan kalori dan protein setiap orang berbeda, bergantung pada usia, berat badan, aktivitas fisik, dan kondisi kesehatannya. Karena itu, kamu tidak perlu mengikuti satu angka kebutuhan protein yang sama dengan orang lain.

Jika berat badanmu terus menurun tanpa sebab yang jelas, sulit bertambah meski sudah mencoba memperbaiki pola makan, atau disertai keluhan lain, sebaiknya konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi. Dengan begitu, kamu bisa mengetahui kemungkinan penyebabnya dan menentukan cara menambah berat badan yang sesuai dengan kebutuhan tubuh.

verywellfit.com
Dapatkan Buku Digital Pilihan Anda!
di Lynk.id - mediapositif.id
The Power of Your Subconscious Mind
Beli Sekarang
What Color Is Your Parachute?
Beli Sekarang
The Psychology of Money: Ringkasan Praktis
Beli Sekarang
Atomic Habits: Ringkasan Praktis dan Workbook
Beli Sekarang

Komentar

    📢

    Kerja Sama Iklan Segera Hadir!

    Kami sedang menyiapkan halaman khusus untuk Anda yang tertarik beriklan bersama Media Positif. Nantikan kabar baiknya dalam waktu dekat, ya!