Bagikan berita positif untuk kebaikan.
WhatsApp Salin Link
*Manfaat membagikan Artikel
Bagikan berita positif untuk kebaikan
WhatsApp Salin Link
*Manfaat membagikan Artikel
mediapositif.id / Kesehatan / Nutrisi

Ingin Tetap Sehat Seiring Bertambahnya Usia? Kenali 10 Makanan Ini

Pelajari 10 pilihan makanan anti-penuaan untuk kesehatan otak.
Nabila Feb
NO
×
Nabila Feb
Nabila Feb
Penulis Media Positif
NO
noma nazish
Full Credit
Nabila Feb , noma nazish |
Ingin Tetap Sehat Seiring Bertambahnya Usia? Kenali 10 Makanan Ini
Langkah paling efektif untuk menjaga tubuh dan pikiran tetap awet muda tidak harus mahal.
IklanBuka rekening Krom, dapat bonus hingga Rp150.000

JAKARTA - MEDIAPOSITIF, Industri anti-penuaan terus menghadirkan berbagai tren, mulai dari terapi air dingin hingga suplemen kolagen. Namun, menjaga kesehatan tubuh dan otak seiring bertambahnya usia sebenarnya bisa dimulai dari kebiasaan sehari-hari, termasuk makanan yang kamu konsumsi.

Pola makan yang kaya vitamin, mineral, serat, dan antioksidan dapat membantu melindungi sel dari kerusakan serta mendukung fungsi tubuh dalam jangka panjang. Beberapa jenis makanan juga mengandung lemak sehat dan senyawa yang berperan dalam menjaga kesehatan jantung dan otak.

Lantas, makanan apa saja yang bisa menjadi bagian dari pola makan untuk mendukung kesehatan seiring bertambahnya usia? Berikut 10 di antaranya.

1. Minyak Zaitun Extra Virgin

Minyak zaitun extra virgin mengandung lemak tak jenuh tunggal, terutama asam oleat, serta polifenol yang memiliki sifat antioksidan. Kandungan ini dapat membantu melindungi sel dari stres oksidatif dan mendukung kesehatan jantung.

Kamu bisa menggunakannya sebagai pengganti mentega atau lemak lain yang tinggi lemak jenuh. Minyak zaitun juga menjadi salah satu komponen pola makan Mediterania yang banyak dikaitkan dengan kesehatan jangka panjang.

2. Sayuran Hijau Berdaun Gelap

Bayam, kale, dan arugula merupakan contoh sayuran hijau yang kaya nutrisi. Sayuran ini mengandung vitamin, folat, dan senyawa lain yang dibutuhkan tubuh untuk menjalankan berbagai fungsi penting.

Mengonsumsi sayuran hijau secara rutin juga dikaitkan dengan kesehatan kognitif yang lebih baik. Beberapa penelitian menemukan bahwa orang yang lebih sering mengonsumsi sayuran berdaun hijau mengalami penurunan fungsi kognitif yang lebih lambat seiring bertambahnya usia.

3. Ikan Berlemak

Salmon, sarden, dan makarel merupakan contoh ikan berlemak yang kaya asam lemak omega-3. Nutrisi ini berperan dalam menjaga fungsi otak dan kesehatan jantung, serta membantu mengatur respons peradangan dalam tubuh.

Mengonsumsi ikan secara rutin sebagai bagian dari pola makan seimbang dapat membantu memenuhi kebutuhan omega-3. Namun, manfaatnya tidak berarti ikan bisa secara langsung mencegah penuaan atau meningkatkan produksi kolagen.

4. Matcha

Matcha merupakan teh hijau berbentuk bubuk yang mengandung katekin, yaitu senyawa antioksidan. Matcha juga mengandung L-theanine dan kafein yang dapat memengaruhi kewaspadaan serta fokus.

Menikmati matcha tanpa tambahan gula berlebihan bisa menjadi salah satu pilihan minuman dalam pola hidup sehat. Meski demikian, penelitian mengenai manfaat khusus matcha terhadap daya ingat dan kesehatan jangka panjang masih terus berkembang.

5. Blueberry

Blueberry memiliki warna biru keunguan berkat kandungan antosianin, salah satu jenis antioksidan. Senyawa ini membantu melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas.

Sejumlah penelitian juga mengkaji hubungan konsumsi blueberry dengan fungsi kognitif, termasuk daya ingat. Meski hasilnya menjanjikan, blueberry sebaiknya dipandang sebagai bagian dari pola makan sehat, bukan sebagai makanan yang bisa menjamin ketajaman otak.

6. Kacang Kenari (Walnut)

Kacang kenari mengandung lemak tak jenuh, asam lemak omega-3 nabati, serat, dan berbagai mineral. Kandungan tersebut menjadikannya pilihan camilan yang dapat mendukung kesehatan jantung.

Konsumsi kacang-kacangan sebagai bagian dari pola makan seimbang juga dikaitkan dengan kesehatan jangka panjang. Kamu bisa menambahkan kacang kenari ke dalam oatmeal, yogurt, atau salad untuk menambah rasa dan nutrisi.

7. Alpukat

Alpukat kaya akan lemak tak jenuh tunggal, serat, serta vitamin seperti vitamin C dan E. Kombinasi nutrisi ini dapat membantu mendukung kesehatan jantung dan melindungi sel dari stres oksidatif.

Serat dalam alpukat juga membantu menjaga kesehatan pencernaan. Sementara itu, vitamin C berperan dalam pembentukan kolagen dan vitamin E membantu melindungi sel dari kerusakan. Namun, mengonsumsi alpukat saja tidak cukup untuk mencegah munculnya garis halus atau kerutan.

8. Yogurt Yunani (Greek Yogurt)

Yogurt Yunani dikenal sebagai sumber protein yang baik. Beberapa jenis yogurt juga mengandung bakteri hidup yang dapat mendukung keseimbangan mikrobioma usus.

Kesehatan usus berkaitan dengan berbagai fungsi tubuh, termasuk pencernaan dan sistem kekebalan. Untuk mendapatkan manfaatnya, pilih yogurt dengan kandungan gula tambahan yang rendah. Kamu juga bisa menambahkan buah segar atau kacang-kacangan agar nutrisinya lebih beragam.

9. Kunyit

Kunyit mengandung kurkumin, senyawa yang banyak diteliti karena sifat antioksidan dan anti-inflamasinya. Penelitian awal menunjukkan potensi kurkumin dalam mendukung kesehatan otak dan membantu mengatur proses peradangan.

Namun, sebagian besar temuan mengenai mekanisme kurkumin terhadap penuaan masih memerlukan penelitian lebih lanjut, terutama pada manusia. Karena itu, kunyit bisa digunakan sebagai bagian dari variasi bumbu masakan sehari-hari, tetapi tidak perlu dianggap sebagai solusi untuk memperlambat penuaan.

10. Lentil

Lentil merupakan jenis kacang-kacangan yang kaya protein nabati, serat, folat, dan mineral. Protein membantu menjaga massa otot, sedangkan serat mendukung kesehatan pencernaan dan membantu mengatur kadar gula darah.

Menjaga massa otot menjadi semakin penting seiring bertambahnya usia karena massa dan kekuatan otot dapat menurun secara alami. Lentil bisa diolah menjadi sup, salad, atau hidangan lain sebagai bagian dari pola makan yang beragam.

Pola Makan Seimbang untuk Menjaga Kesehatan Jangka Panjang

Tidak ada satu jenis makanan yang bisa menghentikan proses penuaan atau membuat tubuh tetap muda secara instan. Kesehatan jangka panjang lebih banyak dipengaruhi oleh kebiasaan yang dijalani secara konsisten.

Cobalah memperbanyak konsumsi sayur, buah, kacang-kacangan, biji-bijian utuh, dan sumber protein yang beragam. Batasi makanan dengan kandungan gula tambahan, garam, dan lemak jenuh yang tinggi, tanpa harus menghindari semua makanan tersebut sepenuhnya.

Selain pola makan, aktivitas fisik, tidur yang cukup, dan kebiasaan tidak merokok juga berperan dalam menjaga kesehatan seiring bertambahnya usia.

Jadi, kamu nggak perlu langsung mengikuti berbagai tren anti-penuaan yang sedang populer. Memulai dari pilihan makanan sehari-hari yang lebih beragam dan bergizi pun bisa menjadi langkah sederhana untuk merawat kesehatan dalam jangka panjang.

verywellmind.com
Dapatkan Buku Digital Pilihan Anda!
di Lynk.id - mediapositif.id
The Power of Your Subconscious Mind
Beli Sekarang
What Color Is Your Parachute?
Beli Sekarang
The Psychology of Money: Ringkasan Praktis
Beli Sekarang
Atomic Habits: Ringkasan Praktis dan Workbook
Beli Sekarang

Komentar

    📢

    Kerja Sama Iklan Segera Hadir!

    Kami sedang menyiapkan halaman khusus untuk Anda yang tertarik beriklan bersama Media Positif. Nantikan kabar baiknya dalam waktu dekat, ya!