Bagikan berita positif untuk kebaikan.
WhatsApp Salin Link
*Manfaat membagikan Artikel
Bagikan berita positif untuk kebaikan
WhatsApp Salin Link
*Manfaat membagikan Artikel
mediapositif.id / Kesehatan / Support

Mengenal Mental Contrasting, Cara Menyeimbangkan Impian dan Realita

Ketahui risiko fantasi positif dan cara memanfaatkan teknik kontras.
Nabila Feb
LO
×
Nabila Feb
Nabila Feb
Penulis Media Positif
LO
loren soeiro
Full Credit
Nabila Feb , loren soeiro |
Mengenal Mental Contrasting, Cara Menyeimbangkan Impian dan Realita
Kunci sukses yaitu siap dan tahu apa yang harus dilakukan saat menghadapi hambatan. (Sumber: freepik)
IklanBuka rekening Krom, dapat bonus hingga Rp150.000

JAKARTA - MEDIAPOSITIF, Bayangkan kamu akan menghadapi wawancara kerja yang penting. Untuk mempersiapkan diri, kamu membayangkan semuanya berjalan lancar. Kamu tampil percaya diri, pewawancara terkesan dengan jawabanmu, dan pada akhirnya kamu mendapat tawaran pekerjaan.

Kamu juga terus mengulang afirmasi positif di depan cermin, meyakinkan diri sendiri bahwa kamu pasti berhasil.

Membayangkan hal-hal baik seperti ini memang bisa terasa menyenangkan. Namun, ada satu hal yang perlu diperhatikan: membayangkan kesuksesan tidak selalu membuat kita lebih siap untuk meraihnya.

Jika hanya berfokus pada hasil akhir yang menyenangkan tanpa memikirkan usaha yang diperlukan, kita bisa kehilangan kesempatan untuk mempersiapkan diri dengan baik.

Perbedaan Fantasi Positif dan Ekspektasi Positif

Tren manifestasi di media sosial, sering mengajak kita membayangkan masa depan seolah-olah hal yang diinginkan sudah menjadi kenyataan. Namun, dalam psikologi, membayangkan hasil yang menyenangkan perlu dibedakan dari keyakinan bahwa suatu tujuan bisa dicapai melalui usaha nyata.

Keduanya dapat dijelaskan sebagai berikut.

  • Ekspektasi positif

    Ini adalah keyakinan bahwa tujuan bisa dicapai, disertai pertimbangan realistis mengenai kemampuan diri dan situasi yang dihadapi. Misalnya, “Aku punya kesempatan untuk mendapatkan pekerjaan ini jika aku mempersiapkan diri dengan baik.”

  • Fantasi positif

    Ini terjadi ketika kita terlalu berfokus pada gambaran hasil akhir yang menyenangkan, tanpa banyak memikirkan proses dan hambatan yang mungkin muncul. Misalnya, terus membayangkan mendapat pekerjaan impian tanpa meluangkan waktu untuk mempelajari perusahaan atau berlatih menjawab pertanyaan wawancara.

Perbedaannya bukan terletak pada boleh atau tidaknya kita membayangkan kesuksesan. Yang perlu diperhatikan adalah apakah bayangan tersebut membantu kita mempersiapkan diri atau justru membuat kita merasa puas sebelum melakukan sesuatu.

Mengapa Membayangkan Kesuksesan Saja Bisa Mengurangi Motivasi?

Membayangkan hasil yang menyenangkan dapat memberikan perasaan positif. Kita bisa merasa lebih optimistis ketika membayangkan promosi jabatan, nilai ujian yang memuaskan, atau pekerjaan impian yang akhirnya didapatkan.

Namun, perasaan positif tersebut tidak otomatis membuat kita mengambil tindakan yang diperlukan untuk mencapai tujuan.

Ketika terlalu sibuk membayangkan hasil akhirnya, kita bisa lupa bahwa ada proses yang perlu dijalani. Kita mungkin menunda belajar, kurang berlatih, atau tidak mencari tahu tantangan yang berpotensi muncul.

Penelitian psikologi tentang fantasi positif menunjukkan bahwa membayangkan masa depan yang ideal tanpa mempertimbangkan kenyataan dapat berkaitan dengan energi dan usaha yang lebih rendah dalam situasi tertentu. Meski begitu, hasilnya tidak berarti bahwa setiap bentuk visualisasi akan menurunkan motivasi.

Karena itu, membayangkan kesuksesan sebaiknya tidak berhenti pada gambaran hasil akhir. Kita juga perlu memikirkan apa yang harus dilakukan untuk mendekati tujuan tersebut.

Menggabungkan Impian dan Kenyataan dengan Teknik Mental Contrasting

Salah satu pendekatan yang bisa dicoba adalah mental contrasting, yaitu teknik yang mengajak kita membayangkan hasil yang diinginkan sekaligus mengenali hambatan nyata yang mungkin menghalanginya.

Alih-alih hanya membayangkan keberhasilan, kita juga diajak memikirkan apa yang perlu dilakukan agar tujuan tersebut lebih mungkin tercapai.

Berikut cara menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

  1. Bayangkan hasil yang ingin dicapai. Misalnya, kamu ingin lolos wawancara kerja dan mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan kemampuanmu.

  2. Kenali hambatan yang mungkin muncul. Apakah kamu masih gugup saat menjawab pertanyaan? Belum memahami perusahaan yang dilamar? Atau kesulitan menjelaskan pengalaman kerja?

  3. Tentukan langkah untuk mengatasinya. Kamu bisa mempelajari profil perusahaan, menyiapkan jawaban untuk pertanyaan umum, dan berlatih wawancara dengan teman.

  4. Buat rencana yang jelas. Tentukan kapan kamu akan berlatih dan apa yang perlu diselesaikan sebelum hari wawancara.

Dengan cara ini, gambaran tentang masa depan tidak hanya menjadi sesuatu yang menyenangkan untuk dibayangkan, tetapi juga membantu mengarahkan tindakanmu saat ini.

Pada akhirnya, berpikir positif bukan berarti kita harus yakin bahwa semua hal akan berjalan sesuai harapan. Kita tetap bisa optimistis sambil mengakui bahwa ada tantangan, ketidakpastian, dan hal-hal yang berada di luar kendali.

Jadi, jangan ragu untuk membayangkan kesuksesan yang kamu inginkan. Namun, luangkan waktu juga untuk memikirkan proses yang perlu dijalani dan hambatan yang mungkin dihadapi.

Sebab, membayangkan masa depan bisa memberi arah, tetapi langkah nyata yang kamu ambil hari ini membantu mendekatkanmu pada tujuan tersebut.

psychologytoday.com
Dapatkan Buku Digital Pilihan Anda!
di Lynk.id - mediapositif.id
The Power of Your Subconscious Mind
Beli Sekarang
What Color Is Your Parachute?
Beli Sekarang
The Psychology of Money: Ringkasan Praktis
Beli Sekarang
Atomic Habits: Ringkasan Praktis dan Workbook
Beli Sekarang

Komentar

    📢

    Kerja Sama Iklan Segera Hadir!

    Kami sedang menyiapkan halaman khusus untuk Anda yang tertarik beriklan bersama Media Positif. Nantikan kabar baiknya dalam waktu dekat, ya!