Bagikan berita positif untuk kebaikan.
WhatsApp Salin Link
*Manfaat membagikan Artikel
Bagikan berita positif untuk kebaikan
WhatsApp Salin Link
*Manfaat membagikan Artikel
mediapositif.id / Komunitas / Sosial

Mengapa Anak Muda Merasa Hampa dan Kehilangan Spark dalam Hidup?

Simak penyebab krisis identitas remaja!
Nabila Feb
JO
×
Nabila Feb
Nabila Feb
Penulis Media Positif
JO
joseph e davis
Full Credit
Nabila Feb , joseph e davis |
Mengapa Anak Muda Merasa Hampa dan Kehilangan Spark dalam Hidup?
Menerima satu sama lain tanpa syarat ternyata menjadi fondasi paling kuat. (Sumber: freepik)
IklanBuka rekening Krom, dapat bonus hingga Rp150.000

JAKARTA - MEDIAPOSITIF, Banyak anak muda mengalami masa ketika mereka merasa hampa, kehilangan motivasi, atau bingung menentukan arah hidup. Mereka mungkin tetap menjalani aktivitas sehari-hari, tetapi mulai mempertanyakan apa sebenarnya yang ingin dicapai dan mengapa mereka harus terus berusaha.

Psikoterapis Sobia Mahmood dari Toronto kerap menjumpai kondisi ini dalam praktiknya. Ia menangani remaja yang merasa mati rasa secara emosional dan mempertanyakan alasan di balik usaha mereka untuk meraih cita-cita.

Menariknya, perasaan hampa ini tidak selalu berkaitan dengan pengalaman traumatis atau kurangnya kasih sayang dari keluarga. Sebagian anak muda yang mengalaminya justru tumbuh dalam lingkungan yang mendukung.

Karena itu, kehilangan motivasi dan arah hidup tidak bisa begitu saja dianggap sebagai tanda kemalasan. Ada berbagai faktor yang dapat memengaruhinya, termasuk perubahan nilai-nilai sosial dan semakin beragamnya pandangan tentang bagaimana seseorang seharusnya menjalani hidup.

Ketika nilai dan standar di sekitar kita berubah dengan cepat, menentukan apa yang benar-benar penting bagi diri sendiri bisa terasa semakin sulit. Tanpa pegangan yang jelas, sebagian anak muda mungkin kesulitan membangun tujuan hidup yang terasa bermakna.

Ketika Panduan Hidup Terasa Semakin Kabur

Untuk membangun rasa percaya diri dan menentukan arah hidup, kita membutuhkan nilai-nilai yang bisa dijadikan pegangan. Nilai tersebut membantu kita memahami apa yang penting, mempertimbangkan pilihan, dan menentukan langkah yang sesuai dengan keyakinan pribadi.

Pada masa lalu, aturan dari orang tua, tradisi keluarga, dan norma budaya sering menjadi panduan yang cukup jelas. Meski terkadang terasa membatasi, aturan tersebut setidaknya memberikan gambaran tentang apa yang diharapkan dari seseorang.

Kini, banyak nilai dan aturan lama mulai dipertanyakan. Di satu sisi, perubahan ini memberi ruang bagi setiap orang untuk menentukan jalan hidupnya sendiri. Namun, di sisi lain, kebebasan memilih juga bisa terasa membebani ketika kita belum tahu apa yang benar-benar diinginkan.

Tanpa pegangan yang cukup kuat, mengambil keputusan tentang pendidikan, karier, hubungan, atau masa depan bisa terasa menakutkan. Kita mungkin khawatir salah memilih, tertinggal dari orang lain, atau berakhir dengan penyesalan.

Akibatnya, setiap pilihan bisa terasa seperti keputusan besar yang akan menentukan seluruh hidup. Keraguan pun semakin sulit dihindari, terutama ketika kita merasa harus menemukan jawaban yang tepat untuk semua hal sekaligus.

Padahal, menentukan arah hidup tidak selalu berarti memiliki semua jawaban sejak awal. Kita bisa mulai dengan mengenali nilai-nilai yang penting bagi diri sendiri, mencoba berbagai pengalaman, dan memberi ruang untuk mengubah keputusan seiring bertambahnya pemahaman.

Menemukan Pegangan Hidup Lewat Persahabatan

Di tengah perubahan sosial dan ketidakpastian tentang masa depan, hubungan yang tulus dengan orang lain bisa menjadi salah satu sumber dukungan yang berarti bagi anak muda.

Membangun rasa memiliki dan keyakinan diri tidak selalu harus dimulai dari program besar atau perubahan yang rumit. Kita juga bisa memulainya melalui hubungan sehari-hari, salah satunya dengan membangun persahabatan yang sehat.

Di tengah kehidupan yang semakin individualistis, hubungan pertemanan terkadang mudah terabaikan. Kita bisa sibuk mengejar tujuan pribadi hingga lupa bahwa setiap orang juga membutuhkan tempat untuk bercerita, merasa dipahami, dan diterima tanpa harus selalu terlihat baik-baik saja.

Persahabatan yang tulus memberi ruang bagi kita untuk berbagi keraguan, membicarakan kesulitan, dan melihat persoalan dari sudut pandang yang berbeda. Melalui hubungan ini, kita juga belajar mendengarkan, menghargai perbedaan, dan memahami bahwa kebutuhan orang lain sama pentingnya dengan kebutuhan kita sendiri.

Dukungan dari teman tidak serta-merta menghilangkan kebingungan tentang masa depan. Namun, memiliki seseorang yang bersedia mendengarkan dan menemani proses tersebut bisa membuat kita merasa tidak harus menghadapi semuanya sendirian.

Pada akhirnya, menemukan arah hidup bukan hanya tentang menentukan cita-cita atau mencapai kesuksesan tertentu. Proses ini juga berkaitan dengan memahami apa yang kita anggap penting, membangun hubungan yang bermakna, dan memberi diri sendiri kesempatan untuk bertumbuh.

Ketika masa depan terasa penuh ketidakpastian, kita tidak harus selalu menemukan semua jawabannya sendiri. Terkadang, percakapan yang jujur dan persahabatan yang hangat bisa menjadi awal untuk kembali memahami diri sendiri dan menemukan hal-hal yang membuat hidup terasa berarti.

psychologytoday.com
Dapatkan Buku Digital Pilihan Anda!
di Lynk.id - mediapositif.id
The Power of Your Subconscious Mind
Beli Sekarang
What Color Is Your Parachute?
Beli Sekarang
The Psychology of Money: Ringkasan Praktis
Beli Sekarang
Atomic Habits: Ringkasan Praktis dan Workbook
Beli Sekarang

Komentar

    📢

    Kerja Sama Iklan Segera Hadir!

    Kami sedang menyiapkan halaman khusus untuk Anda yang tertarik beriklan bersama Media Positif. Nantikan kabar baiknya dalam waktu dekat, ya!