JAKARTA - MEDIAPOSITIF, Banyak orang mengira bahwa untuk menjadi pemimpin, kita harus sejak awal mengejar jabatan tinggi atau aktif menunjukkan kemampuan agar dilirik atasan.
Namun, perjalanan menuju posisi kepemimpinan tidak selalu dimulai dari ambisi untuk menjadi bos. Michael W. Wiederman, PhD, membahas sebuah perspektif menarik tentang orang-orang yang berkembang menjadi pemimpin melalui keterlibatan dan kepedulian mereka terhadap pekerjaan.
Mereka tidak selalu memulai karier dengan keinginan untuk memiliki jabatan atau kekuasaan yang lebih besar. Sebaliknya, mereka berfokus pada pekerjaan yang dijalani dan bersedia mengambil tanggung jawab ketika ada sesuatu yang perlu diselesaikan.
Ketika muncul kesempatan untuk memimpin proyek atau terlibat dalam kepanitiaan, misalnya, mereka bersedia mengambil peran karena ingin membantu tim mencapai tujuannya. Bagi mereka, kontribusi terhadap pekerjaan lebih penting daripada sekadar mendapatkan pujian atau pengakuan.
Menerapkan Prinsip Servant Leadership
Salah satu pendekatan kepemimpinan yang sejalan dengan sikap tersebut adalah servant leadership, atau kepemimpinan yang mengutamakan pelayanan kepada tim.
Pemimpin dengan pendekatan ini tidak hanya berfokus pada hasil akhir, tetapi juga memperhatikan kebutuhan, perkembangan, dan kemampuan anggota timnya. Mereka berusaha menciptakan lingkungan kerja yang memungkinkan orang lain berkembang dan berkontribusi dengan baik.
Sikap yang dapat diandalkan, kesediaan membantu, dan kemampuan bekerja sama juga bisa membangun kepercayaan dari rekan kerja maupun atasan. Seiring waktu, kepercayaan tersebut dapat membuka peluang untuk mengambil tanggung jawab yang lebih besar.
Namun, kemampuan bekerja dengan baik tidak selalu berarti seseorang siap menjadi pemimpin. Dalam proses promosi, perusahaan terkadang terlalu mengandalkan senioritas atau prestasi teknis tanpa cukup mempertimbangkan kemampuan seseorang dalam mengelola tim.
Hal ini berkaitan dengan Peter Principle, sebuah konsep yang menjelaskan bahwa seseorang dalam organisasi hierarkis bisa dipromosikan hingga mencapai posisi yang melampaui kompetensinya.
Contohnya, seorang tenaga penjualan yang selalu mencapai target belum tentu otomatis mampu mengelola tim penjualan. Menjadi manajer membutuhkan keterampilan tambahan, seperti berkomunikasi secara efektif, memberikan umpan balik, menyelesaikan konflik, dan membantu anggota tim mencapai target bersama.
Karena itu, perkembangan karier bukan hanya tentang seberapa baik kamu menjalankan pekerjaan saat ini, tetapi juga tentang kesiapan untuk mempelajari keterampilan yang dibutuhkan pada tahap berikutnya.
Langkah Praktis untuk Mengembangkan Karier
Jika kamu ingin berkembang di tempat kerja atau mulai mempersiapkan diri untuk mengambil peran kepemimpinan, ada beberapa hal yang bisa kamu lakukan.
1. Pertimbangkan Tanggung Jawab di Balik Promosi
Ketika mendapat kesempatan promosi, jangan hanya mempertimbangkan kenaikan gaji atau perubahan jabatan. Pahami juga tanggung jawab baru yang akan kamu jalani. Apakah kamu tertarik mengelola orang lain, mengambil keputusan, dan membantu tim berkembang? Pertanyaan ini bisa membantumu menentukan apakah posisi tersebut sesuai dengan tujuan kariermu.
2. Buat Pekerjaan Terasa Lebih Bermakna
Jika pekerjaan sehari-hari mulai terasa monoton, kamu bisa mencoba pendekatan job crafting. Artinya, kamu menyesuaikan cara menjalankan pekerjaan, membangun hubungan dengan rekan kerja, atau memaknai tugas agar lebih sesuai dengan kekuatan dan minatmu, selama tetap sejalan dengan tanggung jawab pekerjaan.
Misalnya, kamu bisa menawarkan diri untuk membantu proyek lintas tim atau mencari cara yang lebih efektif untuk menyelesaikan tugas rutin.
3. Manfaatkan Tugas Kecil sebagai Kesempatan Belajar
Kamu tidak harus menunggu mendapat proyek besar untuk mengembangkan kemampuan. Tugas sehari-hari bisa menjadi kesempatan untuk belajar mengatur prioritas, berkomunikasi dengan orang lain, dan menyelesaikan masalah.
Jika ada kesempatan membantu rekan kerja atau mengambil tanggung jawab tambahan yang realistis, manfaatkan pengalaman tersebut untuk memperluas wawasan dan memahami cara kerja tim.
4. Terus Kembangkan Keterampilan Baru
Kemampuan yang membantumu berhasil di posisi sekarang belum tentu cukup untuk menghadapi tanggung jawab berikutnya. Jika ingin menjadi pemimpin, kamu mungkin perlu mengembangkan keterampilan seperti delegasi, pengambilan keputusan, komunikasi, dan pengelolaan konflik.
Kamu bisa mulai dengan meminta umpan balik dari atasan, belajar dari pemimpin yang kamu hormati, atau mengikuti pelatihan yang relevan.
Kepemimpinan Dimulai dari Kontribusi
Menjadi pemimpin bukan semata-mata tentang mengejar posisi tertinggi di kantor. Kepemimpinan juga terlihat dari cara kita mengambil tanggung jawab, bekerja sama, dan membantu orang lain mencapai tujuan bersama.
Kamu tidak harus selalu berambisi menduduki jabatan tertentu untuk mengembangkan kemampuan memimpin. Dengan menjalankan pekerjaan secara bertanggung jawab, terbuka terhadap pembelajaran, dan peduli pada hasil kerja tim, kamu bisa membangun fondasi kepemimpinan sejak sekarang.
Pada akhirnya, perkembangan karier tidak selalu berlangsung melalui jalan yang sudah direncanakan. Namun, ketika kamu terus belajar dan bersedia mengambil tanggung jawab yang sesuai dengan kemampuanmu, kamu akan lebih siap menghadapi peluang baru saat kesempatan itu datang.
psychologytoday.com

Komentar