Bagikan berita positif untuk kebaikan.
WhatsApp Salin Link
*Manfaat membagikan Artikel
Bagikan berita positif untuk kebaikan
WhatsApp Salin Link
*Manfaat membagikan Artikel
mediapositif.id / Kompetensi / Pengembangan Diri

Mengenal Wellness Stacking, Cara Menyusun Kebiasaan Sehat Tanpa Berlebihan

Kadang yang kamu butuhkan hanyalah melakukan lebih sedikit — tapi lakukan setiap hari."
TJ
×
TJ
TJ
Penulis Media Positif
TJ | Diperbarui
Mengenal Wellness Stacking, Cara Menyusun Kebiasaan Sehat Tanpa Berlebihan

JAKARTA - MEDIA POSITIFKita hidup di tengah banjir informasi soal kesehatan. Ada podcast tentang nutrisi, rutinitas pagi yang panjang, sampai berbagai suplemen terbaru yang seolah selalu punya sesuatu untuk ditawarkan.

Tapi, menurut para psikolog, masalahnya bukan karena kita kekurangan informasi. Justru sebaliknya, kita sering mencoba melakukan terlalu banyak hal sekaligus. Padahal, bisa jadi yang kita butuhkan bukan menambah lebih banyak kebiasaan, melainkan memilih beberapa hal yang tepat dan melakukannya secara konsisten.

Konsep inilah yang dikenal sebagai wellness stacking. Menariknya, pendekatan ini bukan sekadar tren kesehatan yang sedang ramai dibicarakan. Ada alasan ilmiah di balik cara kerjanya.

Apa Itu Wellness Stacking?

Kebanyakan tips kesehatan biasanya hanya memberi kita daftar kebiasaan yang perlu dilakukan. Sementara wellness stacking lebih menekankan pada urutan dan bagaimana satu kebiasaan bisa terhubung dengan kebiasaan lainnya.

Menurut Dr. Eanah Whaley, psikolog klinis bersertifikat, wellness stacking adalah cara menyusun beberapa kebiasaan sehat yang saling melengkapi. Jadi, satu kebiasaan dilakukan sebagai bagian dari rutinitas yang kemudian mengalir secara alami ke kebiasaan berikutnya.

Ia menjelaskan, yang membuat wellness stacking berbeda dari sekadar membangun kebiasaan sehat adalah cara kebiasaan-kebiasaan tersebut disusun. Bukan setiap kebiasaan yang berdiri sendiri, melainkan rangkaian kebiasaan yang dilakukan sebagai satu rutinitas.

Mengapa Otak Kita Menyukainya?

Otak kita sebenarnya lebih suka sesuatu yang familiar dan efisien daripada harus terus beradaptasi dengan hal-hal baru. Ketika kamu melakukan beberapa kebiasaan dalam urutan yang sama secara berulang, otak perlahan akan mengenali rangkaian tersebut sebagai satu kesatuan.

Proses ini dikenal sebagai chunking. Sederhananya, otak mengelompokkan beberapa tindakan menjadi satu pola sehingga setiap kebiasaan di dalamnya terasa lebih mudah untuk dilakukan.

Ada bonus kecil di baliknya. Ketika kita berhasil menyelesaikan rutinitas yang terasa bermakna, otak dapat memberikan rasa puas melalui sistem penghargaan yang melibatkan dopamin. Karena itu, rangkaian kebiasaan yang dilakukan secara konsisten bisa terasa semakin mudah dan memuaskan dari waktu ke waktu.

Motivasi Bukan Masalahnya, Struktur yang Jadi Kunci

Banyak orang sebenarnya punya motivasi untuk menjalani rutinitas yang lebih sehat, tapi tetap kesulitan mempertahankannya. Kenapa?

Karena motivasi itu naik turun. Hari ini mungkin kita sedang bersemangat, tetapi besok bisa saja energi menurun karena pekerjaan, stres, atau kurang tidur.

Dr. Whaley memberikan patokan sederhana yang bisa mengubah cara kita melihat rutinitas:

“Rutinitas terbaik adalah yang bisa kamu lakukan di hari terburukmu, bukan hari terbaikmu.”

Artinya, rutinitas yang baik bukan yang terlihat sempurna saat kita sedang punya banyak energi, tetapi yang tetap terasa realistis untuk dilakukan ketika kondisi sedang tidak ideal.

Dr. Aurélia Bickler, terapis berlisensi, juga mengingatkan bahwa salah satu jebakan terbesar adalah mencoba membangun terlalu banyak kebiasaan dalam waktu singkat.

Alih-alih membuat kita semakin sehat, terlalu banyak perubahan sekaligus justru bisa membuat otak kewalahan. Pada akhirnya, kita malah kehilangan keinginan untuk menjalankan semuanya.

Cara Memulai Hari Ini

Memulai wellness stacking nggak harus dengan perubahan besar. Justru, semakin sederhana langkah awalnya, semakin mudah untuk menjadikannya bagian dari rutinitas sehari-hari.

Pertama, cari satu kebiasaan yang bisa jadi anchor. Pilih aktivitas yang sudah kamu lakukan setiap hari tanpa perlu banyak berpikir, seperti menyeduh kopi, menyikat gigi, atau merapikan tempat tidur.

Kedua, tambahkan satu kebiasaan kecil di dekatnya. Kamu bisa mencoba satu menit latihan pernapasan, melakukan peregangan ringan, atau meluangkan waktu sejenak untuk terkena sinar matahari.

Ketiga, jalani selama dua minggu. Nggak perlu buru-buru menambahkan kebiasaan lain. Fokusnya bukan membuat rutinitas yang terlihat sempurna, tetapi membuktikan bahwa kamu bisa menjalankannya secara konsisten.

Lebih Sedikit, tapi Dilakukan Setiap Hari

Pada akhirnya, inti dari wellness stacking bukan tentang seberapa banyak kebiasaan sehat yang bisa kamu lakukan, tetapi seberapa konsisten kamu menjalaninya.

Seperti yang disampaikan Dr. Bickler, kamu nggak harus melakukan sesuatu yang besar untuk mulai merawat diri. Bahkan, menarik napas dalam-dalam pun sudah bisa menjadi satu bentuk wellness.

Dr. Whaley juga mengingatkan bahwa kita sudah cukup sering mendengar bahwa kita harus melakukan lebih banyak hal untuk hidup lebih sehat. Padahal, mungkin yang kita butuhkan justru sebaliknya: melakukan lebih sedikit, memilih yang benar-benar penting, lalu menjadikannya bagian dari keseharian.

Sumber Original: creators.yahoo.com
Dapatkan Buku Digital Pilihan Anda!
di Lynk.id - mediapositif.id
The Power of Your Subconscious Mind
Beli Sekarang
What Color Is Your Parachute?
Beli Sekarang
The Psychology of Money: Ringkasan Praktis
Beli Sekarang
Atomic Habits: Ringkasan Praktis dan Workbook
Beli Sekarang

Komentar

    📢

    Kerja Sama Iklan Segera Hadir!

    Kami sedang menyiapkan halaman khusus untuk Anda yang tertarik beriklan bersama Media Positif. Nantikan kabar baiknya dalam waktu dekat, ya!