JAKARTA – MEDIA POSITIF,
-
Kebiasaan percakapan harian dapat memperkuat hubungan atau menciptakan jarak.
-
Kesalahan dalam percakapan seperti menggunakan bahasa yang meremehkan.
-
Kita dapat meningkatkan percakapan dengan menggunakan bahasa yang hormat
Satu interaksi positif dengan teman setiap hari bisa meningkatkan kesejahteraan mental. Percakapan yang canggung atau tidak nyaman justru akan membuat stress setiap hari.
8 kebiasaan kesalahan percakapan yang tidak disadari
Bertanya balik
Hal ini dapat membuat Anda tampak kurang tulus atau seperti mengarahkan percakapan pada jawaban tertentu karena hanya akan mengangkat topik agar menjawabnya sendiri.
Bertanya balik dapat membuat orang lain merasa tidak serius.
Menginterupsi
Sulit untuk tetap diam ketika memiliki sesuatu yang ingin Anda katakan. Ada beberapa hubungan dimana kedua belah pihak jadi interupsi yang tidak keberatan ketika komunikasi itu terjadi, tapi menjadi pengecualiaan daripada norma.
Mulai berbicara sebelum orang lain berhenti bicara dapat terasa kurang nyaman atau kurang menghargai lawan bicara.
Interupsi seseorang seringkali bisa berkontribusi pada persepsi bahwa diri diremehkan atau diabaikan.
Terlalu banyak bicara tentang diri sendiri
Temukan keseimbangan antara berbagi dan mendengarkan menjadi inti percakapan yang baik. Ceritakan sesuatu yang terjadi pada Anda dan terbuka.
Tapi jangan sampai cerita orang lain menjadi kurang mendapat ruang Diskusi berkembang ke dalam dinamika timbal balik.
Memberikan saran berlebihan
Tindakan yang cukup umum namun bisa merugikan dalam situasi konflik adalah langsung memberikan saran ketika seseorang sedang menjelaskan masalahnya.
Alih-alih mendengarkan dengan penuh perhatian dan mengakui pengalaman yang mereka rasakan.
Akibatnya, pemberian saran seperti ini justru bisa membuat orang merasa kurang didengarkan atau kurang diberi ruang untuk menemukan solusi sendiri
Ajukan pertanyan tertutup
Mengajukan pertanyaan berperan penting dalam percakapan yang baik, namun penting juga untuk memastikan bahwa pertanyaan yang diajukan bersifat membuka jalan untuk percakapan, bukan justru menjadi penghambat percakapan
Pertanyaan tertutup adalah pertanyaan yang biasanya hanya membutuhkan jawaban “ya” atau “tidak”, sehingga tidak mendorong lawan bicara untuk melanjutkan atau memperdalam pembicaraan.
Tidak mengajukan pertanyaan lanjutan
Mengajukan pertanyaan lanjutan menunjukkan bahwa Anda benar mendengarkan, terlibat, dan peduli dengan orang yang Anda ajak bicara.
Jika Anda hanya mengajukan pertanyaan, menerima jawaban, lalu langsung berpindah ke topik baru.
Orang lain bisa merasa seolah mereka hanya sedang mengisi waktu dan tidak benar diperhatikan atau dihargai atas apa yang mereka sampaikan.
Dalam percakapan yang baik, secara alami Anda akan menangkap setidaknya satu elemen dari apa yang mereka katakan untuk digali lebih lanjut.
Hal ini kemudian mengarah pada pertanyaan lanjutan yang menunjukkan bahwa Anda mendengarkan secara aktif, bahkan sesederhana mengatakan, “Saya ingin mendengar lebih banyak tentang itu.”
Interograsi
Percakapan yang baik bersifat timbal balik, sehingga mengajukan terlalu banyak pertanyaan berturut-turut.
Bahkan dengan nada yang baik dan lembut sekalipun, rangkaian pertanyaan yang terus-menerus dapat membuat lawan bicara merasa tertekan atau bersikap defensif.
Setelah setiap pertanyaan dan jawaban, penting untuk berhenti sejenak dan memberi ruang, untuk melihat apakah orang lain ingin menambahkan sesuatu atau mengajukan pertanyaan sebelum Anda melanjutkan ke pertanyaan berikutnya.
Menggunakan bahasa meremehkan
Hal yang paling berdampak dalam sebuah diskusi adalah kurangnya rasa hormat. Penggunaan bahasa yang merendahkan dapat dengan cepat merusak dialog dan menciptakan jarak antara dua orang.
Perilaku meremehkan ini bisa muncul sebagai respons langsung terhadap sesuatu yang dikatakan orang lain, misalnya dengan menyatakan bahwa mereka bereaksi berlebihan.
Hal tersebut juga bisa terlihat dalam bentuk tidak memberikan validasi, seperti mengatakan “Terserah” ketika seseorang menyampaikan ketidakpuasan terhadap kita.
Strategi untuk menghindari kesalahan dalam percakapan
-
Dengarkan dengan niat tulus untuk memahami, ekspresikan diri tanpa menyerang atau membela diri.
-
Membiasakan diri mendengarkan secara aktif
-
Ringkas sesuatu yang dikatakan.
-
Jaga agar tetap ramah.
8 kesalahan percakapan yang tidak disadari dan strategi yang bisa diterapkan agar Anda bisa menciptakan ruang dengar untuk orang lain.****
8 Conversation Mistakes You Don’t Know You’re Making—and How To Fix Them
Komentar