JAKARTA – MEDIA POSITIF,
-
Menjadi neurodivergent berarti otak Anda memproses informasi, belajar, dan bertindak secara berbeda dari pola tipikal.
-
Neurodivergent mencerminkan variasi alami dalam pemikiran manusia dan membawa kekuatan serta tantangan.
-
Mempelajari lebih lanjut tentang cara kerja otak neurodivergen dapat membantu Anda mengakses dukungan.
Individu neurodivergen memiliki cara kerja otak yang berbeda yang mana menggambarkan orang dengan ADHD, autisme, disleksia dimana berpengaruh pada pikiran, proses belajar dan interaksi dengan manusia.
Neurodivergensi bukanlah gangguan, melainkan variasi alami cara kerja otak tapi justru hadir sebagai kekuatan dan tantangan unik. Dimana menekankan pentingnya penerimaan dan dukungan.
Jenis neurodivergent
-
Autisme: memengaruhi cara seseorang berkomunikasi, bersosialisasi, dan memproses informasi sensorik.
-
ADHD: gangguan disregulasi fungsi eksekutif yang mana seseorang mengalami kesulitan dalam mengelola pikiran, perhatian, perilaku, dan emosi.
-
Disleksia: berpengaruh pada membaca, menulis, mengeja, dan pemrosesan bahasa. Hal ini dapat membuat seseorang lebih menantang dalam mengenali kata atau mengikuti instruksi tertulis, namun banyak juga yang memiliki kekuatan pada kreativitas dan pemikiran visual.
-
Sindrom tourette: kondisi yang menyebabkan gerakan dan suara vokal yang tidak sengaja.
-
Dispraksia: kondisi yang berpengaruh pada koordinasi, gerakan, dan skill motorik yang membuat tugas menjaga keseimbangan dan menulis jadi sulit dilakukan.
-
Sinestesia: stimulasi 1 indera pemicu pengalaman pada indera lain seperti melihat warna saat mendengarkan musik.
-
Diskalkulia: perbedaan belajar yang mempengaruhi konsep dan perhitungan matematika.
-
Sindrom Down: kondisi genetik yang memengaruhi perkembangan fisik dan kognitif seseorang dengan cara yang berbeda-beda
-
Epilepsi: gangguan neurologis yang menyebabkan kejang berulang karena aktivitas listrik yang tidak biasa pada otak.
Cara mengetahui termasuk Neurodivergent
-
Bicara dengan dokter.
-
Jelajahi kriteria diagnostik.
-
Belajar dari orang neurodivergen lain.
Seberapa Umumkah Menjadi Neurodivergent?
Menurut data dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), sekitar 1 dari 31 anak berusia 8 tahun di Amerika Serikat teridentifikasi memiliki gangguan spektrum autisme (ASD).
Meskipun jumlah pasti individu neurodivergen tidak diketahui, prevalensi kondisi yang berkaitan dengan neurodiversitas dapat memberikan gambaran mengenai seberapa umum kondisi tersebut.
CDC juga melaporkan bahwa sekitar 11,4% anak usia 3–17 tahun pernah menerima diagnosis ADHD Neurodivergent menjadi keberagaman cara kerja otak yang mempengaruhi cara seseorang berpikir, belajar, dan berinteraksi.
Sehingga penting untuk dipahami sebagai bagian dari keberagaman manusia yang perlu diterima, dihargai, dan didukung agar setiap individu dapat berkembang sesuai potensinya. ***
What Does It Mean to Be Neurodivergent?
Komentar