JAKARTA - MEDIA POSITIF, Memilih polis asuransi hanya karena harganya paling murah tanpa memahami cakupannya bisa menjadi bumerang ketika kamu mengalami kerugian.
Hasil yang lebih baik bisa didapat jika kamu fokus mencari perlindungan yang sesuai dengan kebutuhan, dengan bantuan agen atau broker asuransi yang terpercaya.
Memasuki 2026, banyak orang mulai mencari cara untuk menghemat pengeluaran, dan asuransi sering kali menjadi salah satu pos yang ingin dipangkas.
Namun, memilih asuransi sebaiknya tidak hanya berdasarkan harga. Mencari dan membandingkan produk asuransi secara online memang semakin mudah, tetapi banyak orang tetap membutuhkan bantuan langsung sebelum menentukan pilihan.
Mereka membutuhkan jawaban atas pertanyaan yang spesifik, bukan sekadar angka dalam sebuah penawaran.
Di sinilah peran agen atau broker asuransi yang berlisensi dan berpengalaman menjadi penting. Asuransi memiliki banyak istilah, ketentuan, dan detail yang tidak selalu mudah dipahami.
Polis dengan harga lebih murah bisa saja memiliki cakupan yang lebih terbatas, batas manfaat yang lebih rendah, atau ketentuan klaim yang lebih ketat.
Agen atau broker yang baik tidak hanya membantu mendapatkan harga yang sesuai, tetapi juga membantu kamu memahami kebutuhan perlindungan, menemukan celah dalam cakupan polis, dan mendampingi proses klaim ketika kamu membutuhkannya.
Jadi, jangan menunggu sampai terjadi masalah atau kerugian baru mulai mencari atau mengganti perusahaan asuransi. Memahami kebutuhan perlindungan sejak awal bisa membantu kamu memilih polis yang tepat, bukan sekadar polis yang murah.
Perbandingan dengan Indonesia
Fenomena memilih asuransi hanya berdasarkan harga murah di Amerika Serikat sebenarnya cukup relevan dengan kondisi di Indonesia. Meski begitu, ada beberapa perbedaan dalam hal tingkat penetrasi, kebiasaan konsumen, hingga regulasi yang perlu diperhatikan.
1. Tingkat Literasi dan Penetrasi Asuransi
Di Amerika Serikat, kebutuhan akan perlindungan finansial sudah lebih melekat dalam perencanaan keuangan masyarakat. Sementara itu, penetrasi asuransi komersial di Indonesia masih relatif rendah.
Sebagian masyarakat Indonesia juga masih membeli asuransi karena menjadi bagian dari produk atau layanan lain, misalnya asuransi jiwa atau kendaraan saat mengajukan KPR maupun kredit kendaraan.
Hal ini membuat sebagian konsumen lebih fokus pada besarnya premi yang harus dibayar daripada memahami manfaat, batasan, dan pengecualian yang tercantum dalam polis.
2. Peran Agen dan Saluran Digital
Sama seperti di Amerika Serikat, masyarakat Indonesia masih membutuhkan human touch ketika memilih produk asuransi, terutama untuk produk yang kompleks.
Agen asuransi masih punya peran penting dalam membantu calon nasabah memahami produk, memilih perlindungan yang sesuai, hingga mendampingi proses klaim.
Membeli asuransi perjalanan melalui aplikasi memang praktis. Namun, ketika berbicara tentang asuransi jiwa atau kesehatan untuk jangka panjang, banyak orang masih merasa lebih nyaman berdiskusi langsung dengan agen atau pihak bank. Ada rasa percaya yang terkadang sulit dibangun hanya melalui layar ponsel.
3. Regulasi dan Perlindungan Konsumen
Di Indonesia, pemasaran produk asuransi berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), termasuk untuk mencegah praktik mis-selling yang dapat merugikan konsumen dan berujung pada sengketa klaim.
Ada pula perbedaan dalam cara produk dipasarkan. Di Amerika Serikat, broker independen dapat menawarkan berbagai pilihan produk dari sejumlah perusahaan asuransi. Sementara itu, banyak agen di Indonesia bekerja secara eksklusif untuk satu perusahaan dan menawarkan produk dari perusahaan tersebut.
Karena itu, konsumen perlu lebih proaktif dalam membandingkan produk dari beberapa perusahaan. Jangan hanya melihat besarnya premi, tetapi pahami juga manfaat, batas pertanggungan, pengecualian, serta ketentuan klaimnya.
Pada akhirnya, pesan utama dari artikel Kiplinger tersebut juga relevan bagi konsumen di Indonesia: membeli asuransi bukan sekadar soal mendapatkan premi yang murah, tetapi tentang mendapatkan perlindungan dan layanan yang bisa diandalkan ketika sesuatu yang tidak diinginkan terjadi.
kiplinger.com
Komentar