JAKARTA - MEDIAPOSITIF, Merasa khawatir saat tagihan menumpuk atau pengeluaran tiba-tiba membengkak adalah hal yang wajar. Namun, jika kekhawatiran tentang uang terus muncul hingga mengganggu tidur, pekerjaan, atau aktivitas sehari-hari, bisa jadi kamu mengalami money anxiety.
Apa Itu Money Anxiety?
Money anxiety atau financial anxiety adalah kondisi ketika seseorang mengalami kecemasan yang berlebihan terhadap uang atau kondisi keuangannya.
Kecemasan ini tidak selalu dialami oleh orang yang memiliki penghasilan rendah. Seseorang dengan pendapatan yang cukup pun bisa terus-menerus merasa khawatir, misalnya takut kehilangan pekerjaan, tabungan habis karena keadaan darurat, atau merasa belum memiliki cukup dana untuk masa pensiun.
Singkatnya, money anxiety merupakan respons emosional terhadap ketidakpastian mengenai kondisi keuangan di masa depan.
Tanda-Tanda Money Anxiety
Kondisi kecemasan ini semakin banyak dialami, terutama ketika biaya hidup terus meningkat, sementara penghasilan belum tentu ikut bertambah.
Akibatnya, banyak orang merasa cemas tentang masa depan keuangan mereka, meski kondisi finansialnya sebenarnya masih cukup stabil. Setiap orang dapat mengalami gejala yang berbeda. Namun, beberapa tanda berikut patut diwaspadai.
1. Sering Merasa Cemas Saat Memikirkan Uang
Melihat saldo rekening, tagihan, atau pengeluaran bulanan dapat memicu rasa cemas, bahkan menimbulkan keluhan fisik seperti sakit kepala atau sakit perut.
2. Menghindari Urusan Keuangan
Sebagian orang memilih mengabaikan tagihan, menunda membuka aplikasi perbankan, atau enggan mengecek kondisi keuangannya karena merasa takut atau stres.
Padahal, menghindari masalah justru dapat membuat kondisi finansial semakin sulit dikendalikan.
3. Sulit Mengambil Keputusan Keuangan
Kamu mungkin menghabiskan waktu lama hanya untuk memutuskan membeli barang dengan harga yang tidak terlalu berbeda karena takut membuat keputusan yang salah.
Kondisi ini sering disebut sebagai analysis paralysis, yaitu terlalu banyak menganalisis hingga sulit mengambil keputusan.
4. Terlalu Fokus Bekerja
Keinginan untuk memiliki kondisi keuangan yang lebih baik memang positif. Namun, jika kamu merasa harus terus bekerja tanpa mengenal waktu karena takut kekurangan uang, hal ini bisa menjadi tanda money anxiety.
5. Sulit Tidur
Pikiran tentang cicilan, tagihan, biaya hidup, atau kondisi keuangan di masa depan dapat membuat seseorang sulit tidur atau sering terbangun di malam hari.
6. Terlalu Kaku dalam Mengatur Keuangan
Membuat anggaran merupakan kebiasaan yang baik. Namun, jika perubahan kecil pada anggaran saja sudah membuatmu sangat panik atau marah, kondisi ini bisa menjadi salah satu tanda kecemasan finansial.
Apa Penyebab Money Anxiety?
Ada berbagai faktor yang dapat memicu money anxiety, antara lain:
-
Pengalaman sulit secara finansial. Orang yang pernah mengalami kesulitan ekonomi, seperti kehilangan pekerjaan atau hidup dalam keterbatasan, cenderung lebih mudah merasa cemas terhadap kondisi keuangan di masa depan.
-
Penghasilan yang tidak stabil. Jika penghasilan bergantung pada proyek, komisi, atau pekerjaan lepas, rasa khawatir terhadap pemasukan bulan berikutnya bisa menjadi sumber stres.
-
Biaya hidup yang terus meningkat. Kenaikan harga kebutuhan pokok, biaya tempat tinggal, pendidikan, maupun layanan kesehatan dapat membuat banyak orang merasa kondisi keuangannya semakin tertekan.
-
Memiliki utang. Utang, terutama yang berbunga tinggi, dapat menimbulkan tekanan psikologis. Semakin besar jumlah utang, semakin besar pula rasa khawatir terhadap kemampuan untuk melunasinya.
Cara Mengatasi Money Anxiety
Meski tidak selalu mudah, ada beberapa langkah yang dapat membantu mengurangi kecemasan terkait keuangan.
1. Tenangkan Diri Terlebih Dahulu
Saat pikiran dipenuhi rasa cemas, mengambil keputusan keuangan menjadi lebih sulit.
Cobalah berjalan kaki sejenak, mendengarkan musik, melakukan latihan pernapasan, atau meditasi singkat agar pikiran lebih tenang sebelum mengevaluasi kondisi keuangan.
2. Buat Anggaran Bulanan
Menyusun anggaran membantu kamu mengetahui ke mana uang digunakan setiap bulan.
Dengan memiliki rencana pengeluaran yang jelas, kamu dapat mengurangi ketidakpastian yang sering memicu kecemasan.
3. Tingkatkan Pengetahuan tentang Keuangan
Memahami istilah dan konsep dasar keuangan dapat membuatmu lebih percaya diri saat mengambil keputusan finansial.
Jika diperlukan, kamu juga bisa berkonsultasi dengan perencana keuangan agar mendapatkan arahan yang sesuai dengan kondisi masing-masing.
4. Jangan Menghadapi Semuanya Sendirian
Masalah keuangan sering kali membuat seseorang merasa malu sehingga memilih memendamnya sendiri.
Padahal, berbicara dengan pasangan, keluarga, atau teman tepercaya dapat membantu meringankan beban sekaligus menemukan solusi yang mungkin belum terpikirkan.
Baca juga: 6 Nasihat Warren Buffett untuk Hidup Finansial Lebih Tenang
5. Cari Bantuan Profesional Jika Diperlukan
Jika money anxiety sudah membuatmu sulit tidur, sulit berkonsentrasi, atau mengganggu aktivitas sehari-hari, jangan ragu berkonsultasi dengan psikolog.
Psikolog dapat membantumu mengelola kecemasan, sedangkan perencana keuangan dapat membantu menyusun strategi untuk memperbaiki kondisi finansial.
Money anxiety adalah kecemasan berlebihan terhadap kondisi keuangan, baik saat ini maupun di masa depan. Kondisi ini dapat dialami oleh siapa saja, tidak hanya mereka yang memiliki penghasilan rendah.
Meskipun tidak semua masalah keuangan dapat diselesaikan dengan cepat, kamu tetap bisa mengurangi dampak psikologisnya dengan menyusun anggaran, meningkatkan literasi keuangan, mencari dukungan dari orang terdekat, serta berkonsultasi dengan tenaga profesional bila diperlukan.
Dengan langkah yang tepat, kecemasan terhadap uang dapat dikelola sehingga tidak terus mengganggu kualitas hidup.
Money Anxiety Is Common, But You Don’t Have to Handle It Alone
Komentar