Membangun Karakter Anak Laki-laki
JAKARTA, MEDIA POSITIF - Ayah bukan sekadar penyedia nafkah, melainkan kompas moral bagi anak laki-laki. Di tengah tantangan zaman modern, keterlibatan aktif seorang ayah menjadi fondasi utama dalam membentuk integritas dan ketangguhan mental anak.
Panutan dalam Aksi Nyata
Anak laki-laki adalah pengamat ulung. Mereka belajar tanggung jawab, kejujuran, dan keberanian dengan melihat bagaimana ayah mereka:
-
Menghadapi tantangan hidup.
-
Mengambil keputusan sulit.
-
Merespons kegagalan dengan bijak.
Membangun Ikatan Lewat Aktivitas Harian
Interaksi sederhana seperti bermain bersama, membantu tugas sekolah, atau mengerjakan proyek kecil di rumah adalah sarana belajar terbaik. Melalui kedekatan ini, ayah juga memberikan contoh konkret tentang etika kerja dan sikap hormat terhadap sesama.
"Anak laki-laki yang melihat ayahnya menghormati orang lain akan tumbuh dengan kecenderungan untuk meniru sikap positif tersebut."
Komunikasi di Era Digital
Tekanan media sosial dan teman sebaya menuntut ayah untuk lebih terbuka. Peran ayah kini berkembang: tidak hanya memberi aturan kaku, tetapi juga hadir sebagai pendengar yang baik bagi aspirasi dan ketakutan anak.
Keterlibatan aktif dan kasih sayang adalah elemen fundamental yang tidak bisa diabaikan untuk mencetak generasi laki-laki yang sehat secara emosional.
Disusun berdasarkan prinsip-prinsip psikologi perkembangan anak dan diolah oleh tim redaksi Media Positif untuk tujuan edukasi.

Komentar