3 Kecerdasan Emosional Modal Sukses di Tempat Kerja
JAKARTA, MEDIA POSITIF -
Kecerdasan emosional bukan soal menjadi terlalu emosional dengan orang lain. Tapi, mampu untuk menjadi sadar, tenang, baik hati, dan tetap kuat. Meskipun, keadaan terasa sulit untuk dijalani.
-
Tidak ada salahnya untuk berani mengakui apa yang dirasakan karena sesuatu yang dipendam hanya akan menguras emosi.
-
Kunci dari mengontrol diri, anda harus mampu bersikap tenang dimana akan menunjukkan kedewasaan emosional.
-
Kecerdasan emosional akan membantu dalam membuat keputusan yang bijak.
Kalau anda sedang merasa ragu dengan kemampuan dan pengalaman yang dimiliki. Anda tidak sendirian karena hal itu sebenarnya sangat wajar.
Dengan kecerdasan emosional membuat anda bisa merasakan dan memahami perasaan orang lain dan diri sendiri. Sama hal dengan empati, anda jadi lebih muda peka.
3 komponen utama dalam kecerdasan emosional
Kecerdasan emosional bukan soal empati, tapi terdapat 3 komponen yang bisa mendasari seseorang memiliki kecerdasan emosional:
1. Kesadaran diri
Terkadang anda merasa takut untuk mengungkapkan apa yang dirasakan dan hal ini wajar karena tidak semua berani dalam mengungkapkan.
Namun, ternyata tidak ada salahnya untuk berani mengakui apa yang dirasakan karena sesuatu yang dipendam hanya akan menguras emosi dan membuat seseorang tidak mengerti dengan apa yang anda rasakan.
Misalnya, bayangkan ketika anda sedang dikritik oleh atasan di depan rekan kerja, pastinya anda merasa malu dan kesal karena diperlakukan seperti itu. Padahal anda telah berupaya untuk kerja keras dan menghasilkan yang terbaik.
Tentu, pasti ada rasa jika pekerjaan yang anda lakukan tidak baik, padahal belum tentu seperti itu karena bisa saja sepenuhnya bukan tanggung jawab anda karena mungkin saja arahan dari atasan memang belum jelas dan membuat bingung.
Tidak apa - apa kalau anda merasa terluka karena tidak dihargai karena hal ini juga dirasakan oleh semua orang. Oleh karena itu, kesadaran diri dimulai dari kejujuran.
Kunci dari kesadaran diri anda bisa mencoba untuk mengakui perasaan tersebut yang berasal dari hati kalau anda marah dan kecewa tanpa harus anda untuk menyangkalnya dan bisa mengakuinya dengan tenang, sehingga membuat lega.
2. Mengontrol diri
Ada baiknya anda membiasakan diri untuk mengakui emosi, maka ada langkah selanjutnya dengan bagaimana anda bisa meresponsnya.
Setelah anda mulai berani mengakui emosi, mungkin anda juga pasti mulai bertanya - tanya bagaimana sebaiknya meresponsnya.
Amarah itu sesuatu yang wajar. Kadang perasaan itu terasa begitu kuat hingga sulit dikendalikan, dan itu pun manusiawi. Bersikap tenang bisa membuat anda lebih bisa mengendalikan situasi yang terasa memanas.
Sehingga anda bisa menjawab dengan profesional, bukan karena anda lemah, tapi anda sangat berani untuk mengontrol diri tidak terlibat situasi tegang.
3. Empati
Empati bisa membuat anda untuk hadir bagi orang lain dan memahami bagaimana menjadi orang lain, sehingga anda bisa merasakan emosi mereka.
Misalnya, anda melihat anggota tim sedang murung, menjauhkan diri dari rekan kerja lain, merasa hilang semangat. Tentu, dalam posisi ini bisa saja tim sedang membutuhkan seseorang yang mendengar dan memahami keluh kesah.
Anda bisa memilih hadir dan mendengar dengan menanyakan alasan kenapa terlihat berbeda belakangan ini.
Ketika anda menciptakan rasa nyaman, maka orang akan berusaha untuk bercerita terkait apa yang dirasakan, meski saran tidak terlalu membantu.
Kunci empati bukan soal bagaimana menjadi perhatian, tapi mampu untuk bisa memberikan semangat ke hidup orang lain. Empati bukan kelemahan, tapi bisa menjadi jembatan kepercayaan.
Kecerdasan emosional akan membantu dalam membuat keputusan yang bijak karena bukan hanya dari pikiran, tapi juga melalui hati.***
Original Article: Author :Muhammad Awais Ghani - Title: Emotional Intelligence at Work: Your Superpower (with Real-Life Examples) YouTube: Lead The Hearts Contact: awaisghani1@gmail.com

Komentar