3 Tantangan Mengelola Waktu Pada Bidang Pekerjaan Kreatif
JAKARTA - MEDIA POSITIF, Usaha yang dilakukan secara fokus dapat menghasilkan karya yang berdampak atau penghasilan pada masa mendatang.
-
Pekerjaan kreatif sulit diprediksi karena ide dan hasil tidak selalu datang sesuai rencana.
-
Perasaan takut gagal dalam pekerjaan menjadi bagian dari perjalanan kreatif setiap orang.
-
Fokus pada proses bisa mencegah burnout dan menghasilkan karya yang baik.
Pernah merasa hari berjalan begitu cepat, tapi anda tetap merasa tidak benar-benar maju?.
Rutinitas terasa seperti eskalator yang terus bergerak, memaksa anda berpindah dari satu tugas ke tugas lain tanpa jeda untuk bernapas.
Jika anda merasakan ini, anda tentu tidak sendirian karena semua orang tentu pernah mengalaminya.
4 alasan sulit mengontrol waktu pada pekerjaan bidang kreatif
Jika anda bekerja di bidang kreatif, tantangannya bisa terasa lebih berat. Ide tidak datang sesuai jadwal, inspirasi tidak bisa dipaksa, dan tekanan untuk terus produktif seringkali membuat anda merasa tertinggal. Berikut ini alasannya:
1. Beban kerja kadang tidak bisa diprediksi
Bekerja sebagai penulis, seniman, desainer, atau musisi seringkali membuat Anda berhadapan dengan jadwal yang terasa sulit dikendalikan.
Tiba-tiba muncul proyek baru yang menarik, tenggat waktu berubah, revisi datang tanpa diduga dan tanpa sadar, jadwal yang sudah anda susun pun kembali berantakan.
Dalam situasi seperti itu, mungkin sempat terlintas untuk menolak pekerjaan tersebut demi menjaga kewarasan dan ritme kerja Anda.
Namun di sisi lain, menolaknya pun tidak mudah terutama ketika pekerjaan itu berarti pemasukan dan kesempatan memperkenalkan karya Anda kepada lebih banyak orang.
2. Resilience lebih kuat
Setiap orang tentu memiliki hari dimana tidak ingin bekerja termasuk anda karena merasa letih, terutama bagi anda yang freelance dan terbiasa membagi waktu.
Resilience yang kuat biasanya ditandai dengan anda bisa melakukan pekerjaan kreatif dengan adanya dorongan melakukan sesuatu tersebut dari hati anda dan berkarya agar memiliki pengaruh positif untuk audience.
Penolakan, ketakutan, malu, keraguan, penundaan, gangguan itu menjadi teman yang selalu hadir dalam setiap perjalanan seseorang yang bekerja kreatif. Bahkan jika anda mencintai pekerjaan itu sekalipun.
3. Seni tidak selalu dianggap sebagai pekerjaan yang layak
Kadang-kadang, kita mendengar orang mengatakan bahwa pekerjaan kreatif bukanlah pekerjaan nyata dan wajar jika hal itu membuat anda merasa diremehkan atau kurang dihargai.an mungkin ini saja terlintas dalam benak pikiran anda.
Tidak jarang kita terganggu oleh permintaan orang lain, entah pekerjaan rumah tangga, urusan sosial, atau menjemput anak sekolah dan wajar jika hal itu membuat anda frustrasi atau merasa pekerjaan Anda kurang dihargai.
Ada kalanya pekerjaan terasa sangat penting sehingga sulit menyeimbangkan waktu dengan keluarga atau lingkungan sekitar. Sulit memang, dan wajar jika anda merasa bersalah atau bingung kadang-kadang.
Terutama untuk proyek spekulatif yang tidak langsung menghasilkan uang, wajar jika Anda merasa ragu atau khawatir harus memilih antara penghasilan dan perhatian pada orang-orang di sekitar. Tidak apa-apa merasa dilema ini bagian dari perjalanan kreatif.
Usaha yang anda lakukan secara sampingan bisa menjadi penghasilan nyata. Dari sketsa bisa berubah menjadi karya seni seumur hidup.
Jadi teruslah anda berusaha, bahkan ketika kondisi sedang tidak mendukung dalam beberapa aspek.
Pada akhirnya anda akan bisa melihat kebelakang dan menyadari bahwa anda telah menghasilkan lebih dari yang anda bayangkan atau justru tidak memikirkan.***

Komentar