Percikan dan Keselarasan: Menjalin Hubungan yang Nyaman dan Tahan Lama
- Ketertarikan atau chemistry terkait keselarasan nilai, visi & komunikasi tulus yang membuat hubungan bertahan.
-
Percakapan yang mengalir dan humor membangun kedekatan emosional.
-
Memahami pasangan dan menghargai perbedaan memungkinkan chemistry berkembang.
JAKARTA - MEDIA POSITIF, Beberapa dari kita mungkin pernah menggunakan tes kecocokan sebagai patokan utama untuk menentukan siapa yang paling sefrekuensi dengan kita. Hal ini wajar karena kita memang butuh kenyamanan saat menjalin hubungan dengan seseorang.
Ketika berhubungan dengan seseorang, percikan mungkin membawa anda duduk berhadapan dan mulai membuka cerita. Tetapi keselarasanlah yang membuat anda tetap ingin tinggal, bahkan ketika keadaan tidak selalu mudah.
Anda tidak perlu mengecilkan suara, kebutuhan, atau harapan hanya agar terlihat “tidak berlebihan.” Jika seseorang merasa anda terlalu intens atau terlalu jelas tentang apa yang anda inginkan, itu bukan berarti ada kesalahan diri sendiri.
Tes kecocokan bisa membantu seseorang menemukan kenyamanan
Ketika melakukan tes dan mendapatkan hasil yang cocok tentu akan meningkatkan keintiman terutama pada percakapan pertama yang dilakukan secara offline. Tapi, tes semacam ini belum tentu memang kita benar sejalan dengan pasangan.
Terkadang kita berpikir, jika ada percikan api, getaran kecil yang dirasakan didalam sendiri, membuat senyum diri sendiri karena ada notifikasi pesan dari pasangan muncul di ponsel, maka sisanya akan mengikuti dengan mudah.
Daya tarik awal itu manusiawi
Merasa tertarik dengan seseorang saat awal chat secara online atau bertemu secara langsung tentu itu hal yang manusiawi dan wajar. Daya tarik yang muncul membuat kita merasa kagum terhadap aspek yang ada pada diri orang tersebut.
Berikut ini tanda anda merasa kagum dengan seseorang secara daya tarik dan membuat anda merasa nyaman:
1. Percakapan terasa mengalir
Percakapan yang mengalir dengan mudah sampai lupa waktu, diskusi yang membuat betah selama berjam - jam sangat meningkatkan keintiman. Terutama apabila saling melempar senyum.
2. Rasa ingin tahu yang tulus
Rasa ingin tahu yang terasa tulus dan mengingat hal kecil yang pernah diceritakan akan membuat kedekatan emosional terasa semakin nyata. Seolah apa yang dikatakan memang sungguh berarti.
4. Chemistry
Anda harus mengingat bahwa chemistry tidak selalu berarti kompatibilitas. Perasaan yang kuat pada awalnya memang indah, tapi hubungan yang bertahan seringkali akan merasa meningkatkan kedekatan emosional.
Hubungan chemistry membuat anda saling diskusi dengan pasangan untuk menentukan arah yang sama, nilai yang selaras, dan kesiapan untuk berjalan bersama mengarungi kapal yang diterjang berbagai ombak.
Jika anda pernah merasakan adanya chemistry yang begitu kuat dan bukan hanya di pikiran anda saja, tapi tubuh juga turut merasakan. Perasaan dengan sensasi berdebar, antusias, dan rasa hangat saat bertemu seseorang menarik perhatian.
Pada saat itu terjadi, otak seperti melepaskan campuran hormon dopamin, norepinefrin,dan oksitosin. Reaksi ini tidak selalu memikirkan hal yang berdampak pada jangka panjang karena tubuh tidak otomatis menentukan kalian sejalan.
Chemistry memang menjadi awal yang indah, tapi hubungan tetap ditentukan oleh 2 orang yang mau saling mendengar dan memahami, bukan hanya tertarik fisik semata. Kecocokan menjadi bagian dari keajaiban karena bisa menemukan seseorang yang sefrekuensi. Ia akan membuat hati terus berdebar dan memberikan harapan dengan sesuatu yang indah.***
Reasoned Life Collective— Life and Change - Original Article : Stop Picking Partners Based on Chemistry: There’s a Better Way

Komentar