Media Positif
Media Positif
Media Positif

Cari Artikel Positif

Ketik untuk mulai mencari...
Bagikan berita positif untuk kebaikan.
WhatsApp Salin Link
*Manfaat membagikan Artikel
Bagikan berita positif untuk kebaikan
WhatsApp Salin Link
*Manfaat membagikan Artikel

Kolaborasi Data Aman: Kunci Sukses Bisnis Modern

Tidak hanya bergantung pada keamanan, Perusahaan bisa bangun data adaptif
Kolaborasi Data Aman: Kunci Sukses Bisnis Modern
Kolaborasi cybersecurity yang aman (Sumber:Freepik/@Freepik)

JAKARTA - MEDIA POSITIF

  • Risiko keamanan menjadi salah satu hambatan utama kolaborasi data.

  • Diperlukan kerangka tata kelola untuk meningkatkan keandalan kolaborasi.

  • Masa depan kolaborasi bergantung pada budaya data adaptif.

Terdapat hambatan utama dalam kolaborasi bisnis berbasis data, terutama terkait risiko keamanan dan tingkat kepercayaan. Kekhawatiran terhadap potensi kebocoran data sangat tinggi. 

Selain data pribadi, informasi rahasia bisnis juga memiliki tingkat kerentanan yang signifikan ketika dibagikan kepada mitra eksternal.

Kesepakatan tata kelola data dalam kolaborasi bisnis

Demi mencegah risiko, perusahaan perlu menyepakati kerangka tata kelola data yang jelas sebelum memulai kolaborasi bisnis. 

Kerangka ini berfungsi mengatur jenis data yang dapat dibagikan, pihak yang dapat mengakses, serta bagaimana data disimpan dan dikelola, termasuk mekanisme akuntabilitas dan prosedur eskalasi jika terjadi masalah keamanan.

Keselarasan ini menjadi semakin penting karena adanya perbedaan pendekatan keamanan siber antar mitra, termasuk dalam pemanfaatan teknologi baru seperti agen AI.

Selain aspek keamanan, tantangan besar lainnya adalah kualitas dan konsistensi data.

Perbedaan standar pengumpulan dan format data antar organisasi, bahkan antar departemen, dapat menurunkan keandalan informasi.

Penelitian menunjukkan sekitar 67% organisasi belum sepenuhnya mempercayai data yang mereka gunakan, yang pada akhirnya menghambat efektivitas kolaborasi. 

Oleh karena itu, diperlukan standar skema data, aturan validasi, serta pedoman pengumpulan yang seragam, didukung oleh platform data terpusat agar integrasi lebih baik dan pengelolaan lebih efisien.

Kolaborasi data berperan penting dalam keamanan siber

Kolaborasi berbasis data tetap sangat penting, khususnya dalam keamanan siber, karena memungkinkan organisasi saling berbagi wawasan terkait ancaman dan menjadi lebih proaktif dalam menghadapi risiko.

Sebagai contoh, IBM dan Securitas melalui model kemitraan berbasis hasil (Vested) menyepakati KPI bersama untuk menjaga efektivitas keamanan secara berkelanjutan.

Pada akhirnya, meskipun keamanan siber harus menjadi prioritas utama, keberhasilan kolaborasi bergantung pada keseimbangan: data harus tetap aman.

Namun tetap dapat diakses oleh pihak yang tepat agar memberikan nilai optimal bagi seluruh pihak yang terlibat.

Kesimpulan

Keberhasilan kolaborasi berbasis data tidak hanya bergantung pada keamanan dan standardisasi, tapi juga pada kemampuan perusahaan membangun budaya data yang adaptif. 

Penguatan literasi data di seluruh level organisasi menjadi kunci agar setiap pihak mampu memahami, mengelola, dan memanfaatkan data secara bertanggung jawab. 

Selain itu, pemanfaatan teknologi seperti AI untuk otomatisasi tata kelola data dan deteksi risiko secara real-time berpotensi mempercepat pengambilan keputusan.

Dengan pendekatan yang lebih adaptif dan berbasis teknologi, kolaborasi data dapat menjadi lebih tangguh, efisien, dan berkelanjutan di tengah dinamika ancaman digital.****

From integration pain to partnership gain: How collaboration strengthens cybersecurity

Komentar