Media Positif
Media Positif
Media Positif

Cari Artikel Positif

Ketik untuk mulai mencari...
Bagikan berita positif untuk kebaikan.
WhatsApp Salin Link
*Manfaat membagikan Artikel
Bagikan berita positif untuk kebaikan
WhatsApp Salin Link
*Manfaat membagikan Artikel

Sering Makan Udang atau Kepiting? Kenali Gejala Alergi Kerang yang Tidak Boleh Diabaikan

Jangan abaikan reaksi tubuh setelah memakan seafood!
Sering Makan Udang atau Kepiting? Kenali Gejala Alergi Kerang yang Tidak Boleh Diabaikan
Alergi kerang dapat menyebabkan muntah, diare, sesak napas. (Sumber: freepik)

JAKARTA - MEDIA POSITIF,

Kerang, udang, kepiting, hingga lobster menjadi makanan favorit banyak orang karena rasanya yang lezat dan kandungan gizinya yang tinggi.

Bagi sebagian orang, makanan laut tersebut justru dapat memicu reaksi alergi yang membuat tubuh bereaksi secara berlebihan. 

Gejalanya pun beragam, mulai dari muntah, diare, sakit perut, batuk, sesak napas, hingga pembengkakan pada wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan. 

Reaksi ini dapat muncul dalam hitungan menit setelah mengonsumsi kerang, meski pada beberapa kasus gejalanya baru terlihat beberapa jam kemudian. 

Alergi kerang sendiri dapat terjadi pada dua kelompok makanan laut, yaitu krustasea seperti udang, kepiting, dan lobster, serta moluska seperti kerang, remis, tiram, cumi-cumi, dan gurita. 

Sebagian orang hanya alergi terhadap salah satu jenis, tetapi tidak sedikit yang sensitif terhadap keduanya.

Reaksi terhadap krustasea cenderung lebih berat dan risiko kontaminasi silang cukup tinggi, para ahli sering menyarankan penderita alergi kerang untuk menghindari seluruh jenis kerang guna mencegah reaksi yang lebih serius. 

Gejala Alergi Kerang yang Perlu Diwaspadai

Gejala alergi kerang dapat berbeda pada setiap orang. Reaksi bisa muncul dalam hitungan menit setelah mengonsumsi kerang, tetapi pada beberapa kasus gejala baru muncul beberapa jam kemudian. 

Tingkat keparahannya pun bervariasi, mulai dari ringan hingga berat.

Beberapa gejala yang umum terjadi meliputi gangguan pencernaan seperti:

  • mual, 
  • muntah, 
  • sakit perut,
  • diare,
  • ruam gatal, 
  • biduran, 
  • pembengkakan pada wajah, 
  • bibir, 
  • lidah, atau 
  • tenggorokan. 

Gejala pada sistem pernapasan seperti batuk, mengi, sesak napas, dan dada terasa sesak juga sering ditemukan. 

Pada kondisi yang lebih berat, seseorang dapat mengalami pusing, kebingungan, penurunan kesadaran, hingga perubahan warna kulit menjadi pucat atau kebiruan.

Gejala alergi kerang dapat bervariasi antar individu dan dari satu reaksi ke reaksi lainnya. 

Terkadang, reaksinya bisa sangat ringan dan singkat, dan terkadang, bisa lebih parah dan berlangsung lebih lama.

Gejala pada Anak-Anak

Bayi dan anak-anak dapat mengalami gejala alergi yang sama seperti orang dewasa. 

Dikarena mereka belum mampu menjelaskan apa yang dirasakan, orang tua perlu lebih peka terhadap perubahan yang muncul setelah anak mengonsumsi makanan laut.

Tanda yang perlu diperhatikan antara lain ruam pada kulit, muntah, rewel tanpa sebab yang jelas, atau kesulitan bernapas. 

Pada bayi gangguan pernapasan dapat terlihat dari tarikan otot di sekitar tulang rusuk, saat bernapas warna kulit di sekitar bibir dan kuku menjadi kebiruan. 

Kondisi ini memerlukan perhatian medis segera karena dapat menandakan reaksi alergi yang serius.

Reaksi Parah yang Bisa Mengancam Nyawa

Dalam beberapa kasus, alergi kerang dapat memicu anafilaksis, yaitu reaksi alergi berat yang melibatkan beberapa sistem tubuh sekaligus dan dapat mengancam nyawa. 

Kondisi ini bisa terjadi dalam hitungan menit hingga beberapa jam setelah terpapar alergen.

Gejala anafilaksis meliputi pembengkakan tenggorokan, kesulitan bernapas, mengi, detak jantung yang cepat, sakit perut, pusing berat, hingga kehilangan kesadaran. 

Jika tidak segera ditangani, kondisi ini dapat berkembang sangat cepat dan berakibat fatal.

Seseorang yang mengalami sesak napas, pembengkakan tenggorokan, atau gejala yang menyerang lebih dari satu sistem tubuh harus segera mendapatkan pertolongan medis.

Penanganan cepat sangat penting untuk mencegah komplikasi yang lebih serius. Jika mereka memiliki resep epinefrin, mereka juga harus mengonsumsi obat ini.

Meskipun demikian, tetap penting untuk mencari pertolongan medis darurat setelah pemberian epinefrin. 

Seringkali, gelombang kedua gejala parah, yang disebut reaksi bifasik, akan terjadi beberapa jam kemudian.

Pengobatan dan Cara Mencegah Reaksi Alergi

Alergi kerang terjadi ketika sistem kekebalan tubuh bereaksi berlebihan terhadap protein tertentu yang terdapat dalam kerang. 

Reaksi ini memicu pelepasan histamin yang kemudian menyebabkan berbagai gejala alergi. Karena itulah antihistamin sering digunakan untuk membantu meredakan gejala yang ringan.

Jika dokter mencurigai adanya alergi kerang, pasien biasanya akan dirujuk ke dokter spesialis alergi untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut, seperti tes kulit atau tes darah. 

Pemeriksaan ini membantu memastikan penyebab gejala yang dialami.

Hingga saat ini, cara paling efektif untuk mencegah reaksi alergi adalah menghindari konsumsi kerang dan makanan yang berpotensi terkontaminasi kerang. 

Dalam kasus reaksi alergi yang berat, setiap detik sangat berharga. Pemberian epinefrin sesegera mungkin dapat membantu mencegah kondisi menjadi lebih parah.

Penderita yang memiliki riwayat alergi berat biasanya dianjurkan untuk selalu membawa obat tersebut sebagai langkah pertolongan pertama saat keadaan darurat.

Alergi kerang sendiri termasuk salah satu alergi makanan yang paling umum terjadi pada orang dewasa. 

Sebuah penelitian yang melibatkan lebih dari 40.000 orang dewasa di Amerika Serikat menemukan bahwa sekitar 2,9 persen responden mengalami alergi kerang. 

Menariknya, banyak kasus alergi kerang justru muncul saat seseorang sudah memasuki usia dewasa, meskipun sebelumnya tidak pernah mengalami masalah saat mengonsumsi makanan laut. 

Setelah berkembang, alergi ini umumnya bersifat jangka panjang dan dapat bertahan seumur hidup. Semoga informasi ini bermanfaat dan dapat membantumu lebih mengenali alergi kerang.

medicalnewstoday.com

Komentar