Media Positif
Media Positif
Media Positif

Cari Artikel Positif

Ketik untuk mulai mencari...
Bagikan berita positif untuk kebaikan.
WhatsApp Salin Link
*Manfaat membagikan Artikel
Bagikan berita positif untuk kebaikan
WhatsApp Salin Link
*Manfaat membagikan Artikel

AI sebagai Game Changer dalam Transformasi Bisnis

Terdapat 4 langkah pendekatan Perusahaan dalam menghadapi AI
AI sebagai Game Changer dalam Transformasi Bisnis
Langkah yang dilakukan Perusahaan dalam transformasi bisnis menggunakan AI (Sumber: Freepik/@Freepik)

JAKARTA - MEDIA POSITIF 

  • Manfaat AI saat ini lebih terasa di level operasional, sementara dampak strategis dan finansial masih belum merata.

  • Perusahaan masih dalam fase awal adopsi AI, sehingga wajar jika pendekatan yang diambil cenderung hati-hati dan bertahap.

  • Transformasi AI bukan hanya soal teknologi, tapi tentang menghadapi perubahan organisasi yang kompleks dan penuh tantangan.

 

Perusahaan saat ini masih berada pada tahap awal dalam pemanfaatan AI, sehingga cenderung memilih pendekatan yang terasa aman dan mudah diukur.

Alih-alih langsung melakukan transformasi menyeluruh pada cara kerja, langkah yang diambil lebih bersifat bertahap untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi.

Namun, berdasarkan laporan riset berjudul Accelerate Your AI Voyage, pendekatan seperti ini memang memberikan rasa kontrol yang lebih besar, tapi belum cukup kuat untuk mendorong terciptanya keunggulan kompetitif yang signifikan.

Dampak AI terhadap cara kerja yang fundamental

Dampak AI terhadap produktivitas internal sejauh ini masih terasa terbatas dan belum benar-benar mengubah cara organisasi bekerja secara mendasar. 

Banyak organisasi masih berada dalam fase eksplorasi, berusaha menemukan pendekatan yang tepat untuk memaksimalkan potensi AI.

Akibatnya, pemanfaatan AI seringkali hanya berfokus pada penyempurnaan proses yang sudah ada, alih-alih membuka peluang untuk menciptakan cara kerja baru yang lebih transformatif. 

Meskipun sekitar 43% pengambil keputusan melaporkan adanya peningkatan produktivitas dan 41% mencatat efisiensi yang lebih baik, tapi hanya 32% yang merasakan dampak terhadap keuntungan dan pendapatan.

Kesenjangan ini menunjukkan bahwa manfaat AI masih terkonsentrasi pada level operasional, belum sepenuhnya menjangkau ranah strategis bisnis.

 Bahkan, penghematan waktu kerja dalam jumlah besar belum tentu mencerminkan keberhasilan yang sesungguhnya. 

Seperti disoroti dalam laporan, penghematan ribuan jam kerja memang tampak signifikan, tapi belum tentu mampu menutup biaya infrastruktur seperti GPU, apalagi menjadi pendorong utama inovasi.

Masalah lainnya adalah hanya sekitar 5% - 15% perusahaan yang memiliki strategi AI yang efektif, dan angka ini kemungkinan bahkan lebih dekat ke batas bawah. 

Efisiensi AI tidak berdampak dalam nilai jangka panjang

Banyak perusahaan saat ini masih berpijak pada cara pandang lama, dengan menempatkan efisiensi sebagai tujuan utama.

Pendekatan ini terasa wajar dan aman, terutama di tengah tekanan untuk menunjukkan hasil yang cepat. 

Namun, di saat yang sama, efisiensi saja seringkali belum cukup untuk benar-benar menciptakan nilai jangka panjang.

Efisiensi pada dasarnya lebih dekat dengan ranah manajemen proyek, bukan strategi. 

Ketika AI hanya dimanfaatkan untuk membuat proses lama menjadi sedikit lebih baik, organisasi sebenarnya belum bergerak ke arah transformasi yang lebih mendasar.

Di sisi lain, upaya untuk mendapatkan manfaat finansial dari AI juga tidak selalu sederhana. 

Dalam banyak kasus, perusahaan perlu melakukan perubahan besar, termasuk restrukturisasi organisasi hingga pengurangan tenaga kerja setelah implementasi. 

Proses ini bisa menjadi sangat kompleks dan membawa tantangan emosional maupun operasional, baik bagi perusahaan maupun karyawan yang terdampak.

Kondisi ini menunjukkan bahwa perjalanan menuju transformasi berbasis AI bukan hanya soal teknologi, tapi juga tentang bagaimana organisasi menavigasi perubahan dengan bijak dan mempertimbangkan dampaknya secara menyeluruh.

4 langkah pendekatan perusahaan dengan AI

Ada pendekatan yang bisa dipertimbangkan perusahaan untuk menghadapi situasi ini, terutama dengan memahami bahwa tantangan yang muncul bukan hal yang sederhana dan wajar terjadi dalam proses adopsi AI:

  • Menetapkan hasil bisnis dan metrik keberhasilan

  • Memilih penggunaan yang selaras dengan tujuan bisnis.

  • Membangun struktur untuk uji dan menerapkan AI secara sistematis.

  • Memperluas skala implementasi dengan cloud, model canggih, dan agen AI terintegrasi.

Kesimpulan

Jika perusahaan mampu melakukan perubahan ini, AI berpotensi berkembang dari sekadar alat peningkat efisiensi menjadi pendorong transformasi bisnis yang lebih menyeluruh. 

Pendekatan seperti ini membantu organisasi bergerak melampaui perbaikan jangka pendek.***

Enterprises still chase incremental, not transformational, AI gains

Komentar