Media Positif
Media Positif
Media Positif

Cari Artikel Positif

Ketik untuk mulai mencari...
Bagikan berita positif untuk kebaikan.
WhatsApp Salin Link
*Manfaat membagikan Artikel
Bagikan berita positif untuk kebaikan
WhatsApp Salin Link
*Manfaat membagikan Artikel

Mengelola AI di Bisnis antara Efisiensi dan Realita Kerja

Pengaruh bantuan AI dalam pengelolaan tugas pekerjaan
Mengelola AI di Bisnis antara Efisiensi dan Realita Kerja
Pengaruh AI dalam tugas perusahaan (Sumber:Freepik/@Freepik)

JAKARTA - MEDIAPOSITIF 

  • AI meningkatkan kecepatan kerja tapi sering diikuti beban tambahan seperti revisi 

  • Dampak AI belum sepenuhnya terlihat di level strategis karena banyak waktu terserap untuk memastikan kualitas output.

  • Karyawan aktif AI justru paling terdampak karena perlu melakukan audit dan penyesuaian hasil secara berulang

 

AI memang membantu perusahaan menyelesaikan tugas karyawan dengan lebih cepat, dan ini sering menjadi alasan utama adopsinya.

Namun, dibalik manfaat tersebut, ada tantangan yang tidak selalu langsung terlihat dalam hal peningkatan kecepatan kerja secara menyeluruh.

Hambatan yang mengurangi dampak positif peningkatan produktivitas karena AI

Meskipun AI di perusahaan sering dianggap sebagai pendorong produktivitas, temuan di lapangan menunjukkan bahwa dampaknya tidak selalu sepenuhnya positif atau langsung terasa. 

Dalam beberapa kasus, sekitar 40% waktu yang dihemat dari penggunaan AI justru kembali terserap untuk tugas tambahan seperti revisi, validasi, dan penyesuaian hasil.

Dengan kata lain, dari setiap 10 jam efisiensi yang diharapkan, sekitar 4 jam dapat kembali habis untuk memastikan output AI benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan standar kerja.

Banyak tim memanfaatkan AI untuk berbagai tugas, mulai dari merangkum catatan rapat sederhana hingga membantu menyusun dokumen yang lebih kompleks seperti laporan kebijakan atau analisis mendalam.

 Pada pekerjaan yang relatif sederhana, AI memang memberikan kemudahan yang nyata. 

Namun, pada tugas yang membutuhkan ketelitian tinggi, justru muncul kebutuhan tambahan untuk memperbaiki dan menyesuaikan hasilnya yang dalam beberapa situasi bisa terasa lebih berat dibandingkan mengerjakannya dari awal.

Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi organisasi, yaitu memahami dengan lebih jernih di titik mana AI memberikan nilai tambah, dan di mana justru menambah beban kerja yang tidak terlihat.

Karena itu, para pemimpin perlu melihat kembali dampak AI secara lebih menyeluruh tidak hanya dari efisiensi yang tampak di permukaan, api juga dari beban tersembunyi yang dirasakan oleh tim dalam proses sehari-hari.

Pentingnya memahami penurunan nilai bersih dari penggunaan AI

Penting bagi organisasi untuk lebih jeli mengamati pola kerja yang terjadi di lapangan. Misalnya, ketika alur kerja berulang kali membutuhkan revisi, atau saat karyawan berkinerja tinggi justru menghabiskan lebih banyak waktu untuk mengedit hasil AI 

Dibandingkan mengerjakan tugas baru. Situasi seperti ini seringkali menunjukkan adanya ketidakseimbangan yang tidak langsung terlihat.

Dalam kondisi tersebut, AI tidak lagi sepenuhnya berperan sebagai akselerator, melainkan justru dapat menjadi sumber gesekan tambahan dalam proses kerja sehari-hari.

Karena itu, penting untuk tidak hanya melihat efisiensi secara bruto yang tampak meningkat, tapi juga memahami bahwa hal tersebut bisa saja menutupi penurunan nilai bersih dari penggunaan AI. 

Kecepatan memang terlihat meningkat, namun tidak selalu diikuti oleh peningkatan kualitas atau hasil akhir yang sebanding.

Karyawan yang menggunaan AI paling terdampak beban tugas tambahan

Menariknya, karyawan yang paling aktif menggunakan AI justru sering menjadi pihak yang paling merasakan dampak dari beban kerja tambahan yang muncul. 

Alih-alih meringankan pekerjaan sepenuhnya, penggunaan AI dalam praktiknya kadang menciptakan tanggung jawab baru yang tidak selalu terlihat sejak awal.

Data Workday menunjukkan sekitar 77% pengguna harian AI bahkan melakukan audit terhadap hasil kerja AI dengan tingkat ketelitian yang sama.

Bahkan dalam beberapa kasus lebih tinggi dibandingkan saat memeriksa pekerjaan manusia. Hal ini menunjukkan adanya kebutuhan untuk memastikan kualitas dan akurasi tetap terjaga.

Kesimpulan

Pada akhirnya, perusahaan yang mampu mengelola AI dengan baik adalah mereka yang tidak hanya berfokus pada kecepatan, tetapi juga menjaga kualitas hasil kerja serta keseimbangan beban kerja di dalam tim.

AI perlu ditempatkan sebagai alat yang benar-benar membantu manusia bekerja lebih efektif dan bermakna, bukan justru menjadi sumber pekerjaan tambahan yang secara tidak langsung membebani karyawan paling produktif dalam organisasi.***

40% of AI productivity gains lost to rework for errors

Komentar