Media Positif
Media Positif
Media Positif

Cari Artikel Positif

Ketik untuk mulai mencari...
Bagikan berita positif untuk kebaikan.
WhatsApp Salin Link
*Manfaat membagikan Artikel
Bagikan berita positif untuk kebaikan
WhatsApp Salin Link
*Manfaat membagikan Artikel

Fear of Missing Out (FOMO): Takut Tertinggal dari Orang Lain

Menikmati hidup dengan tenang tanpa adanya FOMO.
Fear of Missing Out (FOMO): Takut Tertinggal dari Orang Lain
Kenali lebih dalam mengenai FOMO. (Sumber: freepik)

JAKARTA - MEDIA POSITIF,

Suatu hari saya berjanji pada diri sendiri untuk tidak lagi terjebak dalam FOMO atau Fear of Missing Out. Saya ingin berhenti memikirkan apa yang sedang dilakukan orang lain. 

Saya juga ingin berhenti menyesali undangan yang saya tolak atau merasa harus selalu ikut dalam setiap kesempatan yang muncul.

Namun tekad itu hanya bertahan beberapa menit.

Saat membuka Facebook, saya melihat seorang sahabat yang sebelumnya mengajak saya sarapan. Ia trelihat sedang menikmati waktu bersama seseorang yang sudah lama ingin saya kenal. 

Orang itu memiliki jaringan profesional yang luas dan mungkin bisa membantu saya mendapatkan pekerjaan yang lebih baik. Seketika muncul perasaan tidak nyaman. 

Saya mulai berpikir, apakah saya baru saja melewatkan kesempatan penting?

Perasaan seperti itulah yang disebut FOMO. Ketika melihat orang lain melakukan sesuatu yang menarik tanpa kita, muncul rasa takut telah kehilangan peluang atau momen berharga.

Kita mulai membayangkan bahwa hidup orang lain lebih seru, lebih sukses, atau lebih menyenangkan dibanding hidup kita sendiri.

Sebenarnya FOMO bukanlah fenomena baru. Sejak dahulu manusia selalu dihadapkan pada berbagai pilihan. 

Bahkan sebelum internet ada, orang sudah pernah bertanya-tanya apakah keputusan yang mereka ambil adalah pilihan terbaik atau tidak. 

Di era modern, FOMO berkembang menjadi sesuatu yang jauh lebih kuat karena jumlah pilihan yang tersedia semakin banyak dan informasi datang tanpa henti.

Menurut survei yang dikutip ABC News, hampir 70 persen orang dewasa pernah mengalami FOMO. 

Perasaan ini muncul karena seseorang khawatir bahwa melewatkan suatu peluang dapat mengurangi kebahagiaan, kesempatan karier, atau pencapaian hidupnya. 

Akibatnya, banyak orang merasa ingin berada di beberapa tempat sekaligus atau mengikuti semua hal yang sedang trend.

"FOMO terjadi ketika kita terlalu sibuk memikirkan pengalaman yang tidak kita jalani hingga lupa menikmati pengalaman yang sedang kita alami saat ini,

" ujar psikolog Arnie Kozak, Ph.D., penulis buku Wild Chickens and Petty Tyrants: 108 Metaphors for Mindfulness.

Menurutnya, ketika perhatian terus tertuju pada kehidupan orang lain, seseorang akan sulit merasa puas dengan apa yang dimilikinya. 

Saat pikiran terus memikirkan apa yang terjadi di tempat lain, seseorang akan sulit menghargai apa yang ada di depannya. 

Bahkan momen yang sebenarnya menyenangkan bisa terasa kurang memuaskan karena perhatian terus tertuju pada hal-hal yang tidak dimiliki.

Media sosial menjadi salah satu penyebab terbesar mengapa FOMO semakin sering dialami banyak orang. 

Jika dulu seseorang hanya mengetahui kabar teman melalui surat, telepon, atau cerita sesekali, kini kehidupan orang lain dapat dilihat hampir setiap saat. 

Dalam hitungan detik kita bisa melihat teman sedang berlibur, menghadiri pesta, menonton konser, atau membeli sesuatu yang diinginkan banyak orang.

Masalahnya, media sosial biasanya hanya menampilkan bagian yang terbaik dari kehidupan saja. 

Orang lebih sering membagikan momen bahagia daripada kesulitan yang mereka alami. 

Kita melihat foto liburan yang indah, tetapi tidak melihat stres yang mungkin mereka rasakan sebelum berangkat. 

Kita melihat keberhasilan seseorang mendapatkan pekerjaan impian, tetapi tidak melihat berbagai kegagalan yang dialaminya sebelumnya.

Karena hanya melihat sisi terbaik kehidupan orang lain, banyak orang tanpa sadar mulai membandingkan dirinya dengan standar yang tidak realistis. 

Mereka merasa tertinggal, kurang sukses, atau kurang bahagia, padahal setiap orang memiliki tantangan yang tidak selalu terlihat di media sosial.

FOMO dapat membuat seseorang merasa lelah secara mental, ketika terus membandingkan hidup dengan orang lain. 

Hidup bukanlah perlombaan untuk selalu menjadi yang paling cepat mengikuti tren atau mencoba setiap kesempatan yang datang. 

Hal yang terpenting bukan seberapa banyak hal yang berhasil kita ikuti, melainkan seberapa penuh kita menjalani kehidupan yang kita pilih. 

Sebab kebahagiaan tidak selalu datang dari apa yang ada di luar sana, tetapi dari kemampuan untuk merasa cukup dan menikmati apa yang sudah kita miliki hari ini.

abc news

Komentar