Media Positif
Media Positif
Media Positif

Cari Artikel Positif

Ketik untuk mulai mencari...
Bagikan berita positif untuk kebaikan.
WhatsApp Salin Link
*Manfaat membagikan Artikel
Bagikan berita positif untuk kebaikan
WhatsApp Salin Link
*Manfaat membagikan Artikel

Sering Taruh HP di Saku Celana? Ini Dampaknya bagi Kesuburan Pria

Menyimpan ponsel di saku celana ternyata bisa berdampak besar untuk tubuh.
Sering Taruh HP di Saku Celana? Ini Dampaknya bagi Kesuburan Pria
Bahaya menaruh handphone di saku celana. (Sumber: freepik)

JAKARTA - MEDIA POSITIF,

Ponsel sudah menjadi benda yang hampir tidak pernah lepas dari kehidupan sehari-hari.

Banyak orang membawanya kemanapun pergi, bahkan menyimpannya di saku celana sepanjang hari agar lebih mudah dijangkau. 

Mulai dari berangkat kerja, naik transportasi umum, hingga beraktivitas di rumah, ponsel sering kali berada sangat dekat dengan tubuh.

Sebuah penelitian dari Israel mengungkap temuan yang menarik sekaligus mengundang perhatian. 

Kebiasaan menyimpan ponsel di saku celana dalam waktu lama diduga dapat berdampak pada kualitas sperma pria.

Penelitian yang dilakukan di sebuah klinik kesuburan di Israel melibatkan 106 pria. Para peneliti mencoba melihat hubungan antara kebiasaan menggunakan ponsel dan kualitas sperma. 

Hasilnya menunjukkan bahwa pria yang sering menyimpan ponsel di saku celana memiliki risiko tinggi, mengalami penurunan kualitas sperma dibandingkan mereka yang tidak melakukannya.

Menurut tim peneliti, hampir separuh atau sekitar 47 persen pria yang membawa ponsel di saku celana memiliki tingkat konsentrasi sperma yang tergolong abnormal. 

Sebagai perbandingan, angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan tingkat abnormalitas yang ditemukan pada populasi pria secara umum, yaitu sekitar 11 persen.

Temuan ini tentu tidak berarti bahwa setiap pria yang menyimpan ponsel di saku celana pasti akan mengalami gangguan kesuburan.

Hasil penelitian tersebut menunjukkan adanya hubungan yang perlu mendapat perhatian dan diteliti lebih lanjut.

Martha Dirnfeld dari Universitas Technion di Haifa menjelaskan bahwa timnya menemukan, adanya penurunan pada jumlah sperma yang bergerak aktif serta kualitas sperma secara keseluruhan.

"Kami menganalisis jumlah sperma yang berenang aktif menemukan bahwa jumlahnya telah berkurang," kata Dirnfeld.

Ia menambahkan bahwa para peneliti menduga kondisi tersebut mungkin berkaitan dengan panas yang dihasilkan perangkat handphone, aktivitas elektromagnetik dari ponsel yang berada terlalu dekat dengan tubuh dalam waktu lama.

Selain kebiasaan menyimpan ponsel di saku, penelitian tersebut juga menemukan faktor lain yang patut diperhatikan. 

Pria yang berbicara menggunakan ponsel lebih dari satu jam setiap hari, atau menggunakan ponsel saat sedang diisi daya diketahui memiliki kemungkinan dua kali lebih besar mengalami penurunan konsentrasi sperma.

Meski penelitian mengenai dampak ponsel terhadap kesuburan masih terus berkembang, sejumlah ahli menilai bahwa menjaga jarak antara perangkat elektronik dan tubuh bukanlah langkah sulit.

Kekhawatiran para peneliti tidak hanya terbatas pada ponsel yang disimpan di saku celana. Menaruh ponsel terlalu dekat dengan tubuh saat tidur juga menjadi perhatian. 

Menurut penelitian tersebut, menjaga perangkat setidaknya berjarak sekitar satu hingga dua kaki dari tubuh.

Di era digital seperti sekarang, kebiasaan selalu dekat dengan ponsel memang sulit dihindari. Banyak orang menggunakannya untuk bekerja, berkomunikasi, mencari informasi, hingga hiburan.

Konsultan kesuburan dari Harley Street dan Rumah Sakit St George, Gedis Grudzinskas, mengatakan bahwa pria sebaiknya mulai lebih memperhatikan kebiasaan penggunaan ponsel mereka sehari-hari.

“Pria perlu memikirkan kesejahteraan mereka dan mencoba untuk berhenti kecanduan ponsel mereka,” ujarnya.

Ia juga memberikan saran sederhana bagi mereka yang sering membawa ponsel saat bekerja. Menurutnya, jika mengenakan jas atau pakaian yang memiliki saku dada, menyimpan ponsel di bagian tersebut bisa menjadi pilihan yang lebih baik dibandingkan meletakkannya di saku celana dekat area reproduksi.

"Jika Anda mengenakan setelan jas untuk bekerja, letakkan ponsel di saku dada Anda, bukan di dekat testis. Ini akan mengurangi risiko penurunan jumlah sperma atau penurunan yang signifikan," katanya.

Meski penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk memastikan seberapa besar pengaruh ponsel terhadap kesuburan pria, tidak ada salahnya mulai menerapkan pencegahan.

Mengurangi waktu penggunaan yang tidak perlu, menggunakan earphone saat menelepon dalam waktu lama, serta tidak selalu menyimpan ponsel di saku celana bisa menjadi kebiasaan yang bermanfaat.

standard.co

Komentar