Media Positif
Media Positif
Media Positif

Cari Artikel Positif

Ketik untuk mulai mencari...
Bagikan berita positif untuk kebaikan.
WhatsApp Salin Link
*Manfaat membagikan Artikel
Bagikan berita positif untuk kebaikan
WhatsApp Salin Link
*Manfaat membagikan Artikel

Panu Sering Muncul Lagi? Kenali Penyebab dan Cara Mencegahnya

Kenali penyebab panu, gejalanya, serta cara mencegahnya agar tidak mudah kambuh kembali.
Panu Sering Muncul Lagi? Kenali Penyebab dan Cara Mencegahnya
Panu sering muncul di kulit dan membuat seseorang tidak percaya diri. (Sumber: pexels)

JAKARTA - MEDIA POSITIF,

Pernah melihat bercak putih, kecokelatan, atau kemerahan di kulit dan terasa gatal saat berkeringat? 

Banyak orang langsung menyebutnya sebagai panu, walau sering dianggap masalah kulit biasa panu kerap membuat penderitanya merasa tidak nyaman.

Di Indonesia yang beriklim tropis dan cenderung lembap, panu termasuk salah satu masalah kulit yang cukup sering ditemukan. 

Kondisi ini sebenarnya bukan penyakit berbahaya, tetapi jika tidak ditangani dengan baik, panu dapat terus muncul kembali dan mengganggu aktivitas sehari-hari.

Lalu, apa sebenarnya yang menyebabkan panu muncul? Dan bagaimana cara mencegahnya agar tidak kambuh lagi?

Apa Penyebab Panu?

Dalam dunia medis, panu dikenal dengan istilah tinea versicolor atau pityriasis versicolor.

Penyakit kulit ini disebabkan oleh pertumbuhan berlebihan jamur yang bernama Malassezia furfur atau Pityrosporum ovale.

Menariknya jamur ini sebenarnya memang hidup secara alami di permukaan kulit manusia.

Dalam kondisi normal, keberadaannya tidak menimbulkan masalah.

Tapi ketika jumlahnya berkembang terlalu banyak, jamur tersebut dapat mengganggu pigmen kulit dan memunculkan bercak-bercak yang menjadi ciri khas panu.

Panu bisa dialami oleh siapa saja, baik pria maupun wanita, tidak peduli usia muda maupun dewasa, setiap orang memiliki kemungkinan mengalami kondisi ini.

Beberapa faktor diketahui dapat memicu pertumbuhan jamur secara berlebihan, salah satunya adalah cuaca panas dan lembap. 

Lingkungan seperti ini membuat tubuh lebih mudah berkeringat sehingga menjadi tempat yang nyaman bagi jamur untuk berkembang.

Produksi minyak berlebih pada kulit juga dapat meningkatkan risiko munculnya panu. 

Kulit yang cenderung berminyak menyediakan kondisi yang mendukung pertumbuhan jamur lebih cepat dibandingkan kulit normal.

Sistem kekebalan tubuh yang sedang menurun juga dapat menjadi pemicu. 

Saat daya tahan tubuh melemah, kemampuan tubuh dalam mengendalikan pertumbuhan jamur ikut berkurang sehingga risiko panu meningkat.

Gejala yang Sering Tidak Disadari

Salah satu alasan mengapa panu sering terlambat ditangani adalah karena gejalanya tidak selalu terasa mengganggu pada awal kemunculannya.

Panu biasanya muncul di area tubuh seperti punggung, dada, leher, bahu, dan lengan atas. Pada sebagian orang, bercak panu berwarna lebih terang daripada warna kulit asli, tapi pada orang lain, warnanya bisa terlihat lebih gelap atau bahkan kemerahan.

Selain perubahan warna kulit, panu sering ditandai dengan munculnya sisik-sisik halus di permukaannya. 

Jika diperhatikan lebih dekat, kulit yang terkena panu tampak sedikit kering dan bersisik.

Keluhan lain yang cukup umum adalah rasa gatal, terutama saat tubuh berkeringat atau berada di tempat yang panas.

Apakah Panu Bisa Menular?

Di masyarakat, panu sering dianggap sebagai penyakit yang mudah menular.

Memang penularan dapat terjadi melalui penggunaan barang pribadi secara bergantian, seperti handuk, pakaian, atau kain yang terkontaminasi jamur.

Meski demikian, faktor utama penyebab panu tetap berasal dari pertumbuhan jamur yang berlebihan pada kulit seseorang.

Menjaga kebersihan diri dan tidak saling bertukar barang pribadi tetap menjadi cara penting untuk mengurangi penularan.

Cara Mencegah Panu Agar Tidak Kambuh

Kabar baiknya, panu bukanlah penyakit yang membahayakan nyawa maupun menyebabkan komplikasi serius. 

Salah satu langkah paling penting adalah menjaga kebersihan tubuh, dengan mandi secara teratur dan mengganti pakaian setelah berkeringat.

Bagi orang yang memiliki kulit cenderung berminyak, pemilihan produk perawatan kulit juga perlu diperhatikan. 

Sebaiknya hindari penggunaan produk yang mengandung minyak berlebihan karena dapat mendukung pertumbuhan jamur.

Mengurangi paparan sinar matahari berlebihan juga dapat membantu.

Jika harus beraktivitas di luar ruangan, gunakan tabir surya dengan SPF minimal 30 dan pilih produk yang tidak berbahan dasar minyak.

Pakaian yang terlalu ketat dapat membuat kulit sulit bernapas dan meningkatkan kelembapan akibat keringat. 

Sebagai gantinya, pilih pakaian berbahan katun yang lebih mudah menyerap keringat dan terasa nyaman di kulit.

Jika panu sudah menyebar cukup luas atau tidak kunjung membaik, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter. 

Biasanya dokter akan memberikan obat antijamur oles atau, pada kasus tertentu, obat minum untuk membantu mengendalikan pertumbuhan jamur.

Cara yang tepat untuk mencegah panu adalah menjaga kebersihan tubuh dan mengurangi faktor-faktor yang memicu pertumbuhan jamur. 

Kebiasaan sederhana seperti mandi setelah berkeringat, memakai pakaian yang nyaman, dan menjaga kulit tetap bersih dapat membantu mengurangi risiko panu muncul kembali. 

Semoga artikel ini bermanfaat dan membantu Anda lebih memahami panu serta cara mencegahnya.

steemit.com

Komentar