Media Positif
Media Positif
Media Positif

Cari Artikel Positif

Ketik untuk mulai mencari...
Bagikan berita positif untuk kebaikan.
WhatsApp Salin Link
*Manfaat membagikan Artikel
Bagikan berita positif untuk kebaikan
WhatsApp Salin Link
*Manfaat membagikan Artikel

Kecanduan Gula: Penyebab dan Cara Batasi Konsumsi

Mengkonsumsi makanan memang membuat candu, kenali penyebabnya dan cara batasi konsumsi harian
Kecanduan Gula: Penyebab dan Cara Batasi Konsumsi
Cara mengkomsumsi gula berlebihan (Sumber: Freepik/@jcomp)

JAKARTA – MEDIA POSITIF,

  • Gula mengaktifkan sistem penghargaan di otak yang memicu rasa senang.

  • Kondisi stres dan rutinitas padat dapat meningkatkan dorongan untuk mencari makanan manis sebagai bentuk kenyamanan cepat.

  • Bisa dilakukan lewat langkah kecil seperti memilih camilan lebih sehat dan melakukan aktivitas ringan seperti berjalan kaki.

Keinginan terhadap gula dapat membuat otak terbiasa mencari makanan dan minuman manis. Berbagai faktor fisik, psikologis, dan sosial turut mempengaruhi munculnya keinginan tersebut.

Namun, ketika konsumsi gula tambahan sudah berlebihan, tubuh bisa perlahan mulai merasakan dampaknya berbagai masalah kesehatan.

Seperti kenaikan berat badan, penyakit jantung, gangguan hati, kerusakan gigi, diabetes, hingga risiko beberapa jenis kanker.

Manusia dilahirkan dengan preferensi rasa manis

Sejak lahir, manusia cenderung menyukai makanan manis, yang merupakan kebiasaan yang terbentuk dari generasi terdahulu.

Rasa manis identik dengan sumber energi, sementara rasa pahit sering dihindari karena secara alami bisa menandakan adanya zat berbahaya.

Hal ini juga menjelaskan mengapa anak – anak lebih menyukai makanan seperti biskuit manis dibandingkan sayuran hijau. Namun, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mengatasinya:

  • Bagi ibu hamil: Mengkonsumsi makanan dan minuman sehat selama masa kehamilan dan menyusui dapat membantu bayi mengembangkan preferensi terhadap berbagai rasa.

  • Pada anak - anak: Paparan berulang terhadap makanan sehat penting dilakukan meski awal mereka tolak, karena semakin sering dikenalkan, semakin besar kemungkinan anak menerima rasa pahit seperti sayuran hijau.

  • Pada orang dewasa: Mengkonsumsi makanan dari berbagai kelompok nutrisi dapat membantu memperluas preferensi rasa dan menjaga pola makan yang lebih seimbang.

Otak menganggap gula sebagai hadiah

Ketika mengonsumsi makanan dan minuman manis, sistem penghargaan di otak akan aktif dan melepaskan dopamin, yaitu zat kimia yang menimbulkan rasa senang.

Dopamin ini membuat seseorang merasa puas dan cenderung mencari makanan manis berulang kali, sehingga dapat membentuk kebiasaan yang bersifat adiktif.

Namun, seiring waktu, otak akan beradaptasi sehingga membutuhkan asupan gula yang lebih tinggi untuk merasakan sensasi yang sama.

Pada saat yang sama, konsumsi gula juga dapat mempengaruhi kontrol impuls di otak, sehingga keinginan untuk mengkonsumsinya menjadi lebih sulit dikendalikan. Berikut beberapa hal yang bisa dilakukan:

  • Kalau keinginan itu muncul, kamu bisa coba pelan-pelan jalan sebentar 10–15 menit, sekadar memberi ruang ke tubuh untuk tenang

  • Jika muncul keinginan untuk makan, pilih camilan yang lebih sehat seperti buah segar, campuran kacang dengan buah kering, atau beberapa potong coklat hitam.

  • Jika Anda ingin minuman dingin, alternatif yang lebih sehat bisa berupa air mineral bersoda atau es teh buatan sendiri tanpa tambahan gula.

Gaya hidup modern mendorong asupan gula

Di tengah hidup yang sibuk dan penuh tekanan, wajar kalau tubuh akhirnya mencari sesuatu yang cepat memberi rasa nyaman, termasuk makanan manis

Saat stres, tubuh melepaskan hormon kortisol yang dapat meningkatkan keinginan untuk mengkonsumsi makanan manis, serta ghrelin yang memicu rasa lapar.

Dalam kondisi ini, tidak jarang seseorang memilih makanan cepat saji demi menghemat waktu, alih-alih makanan yang lebih bergizi. Namun, ada beberapa hal yang bisa dilakukan:

  • Berusaha tidur 7 – 9 jam setiap malam.

  • Mengelola stress dengan meluang waktu untuk kesehatan mental.

  • Merencanakan belanja dan makanan terlebih dahulu untuk menghindari ketergantungan makanan cepat saji.

  • Tidur siang jika mengantuk untuk memulihkan energi untuk mengatur ulang hormon.

Kesimpulan

Mencari rasa manis itu bukan sesuatu yang salah, dimana itu cara tubuh Anda mencari kenyamanan. Dimana mengenali polanya dan menemukan keseimbangan yang terasa lebih sehat untuk diri sendiri.

Dengan memperhatikan faktor gaya hidup serta memprioritaskan makanan dan minuman yang lebih sehat, keinginan terhadap gula dapat perlahan dikurangi.

Jika keinginan tersebut terasa sulit dikendalikan, sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan atau ahli gizi terakreditasi untuk mendapatkan dukungan yang tepat.****

Why we’re addicted to sugar and how to cut the cravings

Komentar